Ayo menjadi GURU!

Karena saya yakin bahwa setiap orang harus menjalankan peran sebagai guru, mentor, dan trainer

Dua Kecenderungan Abadi

Pendidik membantu menguatkan kecenderungan manusia pada pilihan-pilihan baik, sehingga tidak ada waktu untuk melirik pada pilihan-pilihan buruk

Mengajar Bukan Sekedar Bunyi

Memulai kebaikan dari diri sendiri ternyata merupakan unsur vital bagi keberhasilan pendidikan

Menembus Cakrawala

Belajar dan mengajarkan ilmu mengasyikan tak kepalang, sampai-sampai langit serasa di genggaman

Kunci Sukses Itu

Ia adalah kunci bagi pintu-pintu kebahagiaan yang selama ini tertutup dan terabaikan

Sabtu, 08 Agustus 2020

Langkah Membuat Blog

Ada beberapa langkah dalam rangka membuat blog. Saya membuat artikel ini bersumber dari beberapa situs yang saya baca (referensi dapat dilihat di bagian bawah tulisan ini). Langsung saja, berikut adalah langkah-langkahnya:

 

1. Menentukan tema blog

2. Memilih platform 

3. Menyiapkan blog

4. Menulis 

5. Mengembangkan blog

 

Kita mulai tahap pertama, yaitu:

1. Menentukan tema blog

Menentukan teman ini di awal memang agak membingungkan sebab begitu banyak topik yang berseliweran di kepala kita untuk djadikan tulisan. Tapi ketahuilah, tema ini sangat penting jika Anda sudah mempunyai blog dan sudah mulai rutin dalam menulis. 

 

Mungkin Anda juga bertanya-tanya, kenapa harus menentukan tema? bagaimana jika kita membuat blog yang bebas genre, tidak terikat oleh tema tertentu?

 

Jawabannya: "ya boleh saja". Tentu kebebasan tema adalah hak setiap pemilik blog. Anda boleh membuat blog yang berisi tulisan bebas tanpa kecenderungan pada tema tertentu. Pada dasarnya apapun yang ditulis di dalam blog mampu menarik minat banyak orang. Jika tulisan tanpa terikat tema tersebut memang bisa dibuat menarik, tentu saja tidak masalah. 

 

Hanya saja blog yang memiliki tema tertentu dapat mengikat segmen pembaca tertentu dengan lebih erat. Pembaca merasa akan perlu mendapat tulisan berkala dan up to date dari Anda sesuai dengan garis tema yang sudah menjadi karakter blog Anda. Semua orang dari pelbagai tempat akan berkumpul pada minat yang sama biasanya kan? nah minat itulah yang kemudian menjadi tema yang bisa memancing pembaca untuk berkumpul di blog Anda. 

 

Selain itu, penentuan tema juga penting terutama jika Anda mau menulis di blog berdasarkan tema yang memang disukai. Ketahuilah, berdasarkan pengalaman saya pribadi dan blogger lain, kita akan rajin menulis dan mau menulis dengan kualitas yang baik jika memang sesuai dengan passion kita. Anda boleh memilih tema bebas untuk blog Anda, tapi saya beri tahu bahwa Anda tidak akan tahan menulis 'bebas' sebab pada akhirnya Anda akan rajin menulis dengan kecenderungan pada 1 atau 2 tema yang spesifik.

 

So...ayo pikirkan tema apa untuk blog baru Anda.

 

2. Memilih Platform

Ada 3 pilihan platform blog yang popular:

1. BlogSpot 

2. WordPress.com 

3. WordPress. org

 

BlogSpot ini yang sering kita lihat pada alamat blog seseorang di internet. BlogSpot merupakan salah satu penyedia akun website gratis milik google. Saya pertama kali ngeblog pakai blogspot dan ngoprek dalemannya sehingga saya lumayan sedikit paham tentang html (dari sisi copas aja hehehe). Interface dulu cukup ramah sama pengguna tapi makin ke sini platform lain ternyata makin mudah juga.



WordPress.com sama dengan blospot dari sisi penghematan karena keduanya menyediakan domain gratis buat anda. Tapi Anda harus rela punya website yang memajang nama perusahaannya seperti nama.blogspot.com atau nama.wordpress.com. platform yang hosted ini (numpang di website blog) punya kekurangan berupa fitur yang terbatas, dan tampilan yang tidak bisa banyak diatur. Selain itu website Anda bisa dihapus sewaktu-waktu jika melanggar aturan dan semua isinya bisa lenyap dan tidak dapat diakses lagi.

 

Beda lagi jika Anda pilih platform WordPress.org. Blog Anda nanti akan menjadi 100% milik Anda. Selain itu Anda bisa leluasa mengubah tampilan, menambah fitur-fitur sehingga blog menjadi lebih kredibel. Tentu saja untuk memperoleh segala manfaat tersebut Anda harus mengeluarkan uang untuk domain dan hosting.

 

3. Menyiapkan Blog

Di tahap ini Anda perlu melakukan setting-an seperti menentukan nama domain, memilih theme (tampilan umum website), mengatur tata letak, menu/fitur, dan sebagainya. Termasuk di dalamnya jika Anda ingin menggunakan jasa penyedia layanan hosting dan domain.

 

4. Menulis

Teknologi canggih sekarang memungkinkan Anda untuk menulis blog seperti menulis di word. Jadi jangan membayangkan bahwa Anda harus bergelut dengan kode-kode pemrograman untuk menjadi seorang blogger. Sama sekali tidak. Gampang banget pokoknya.

 

Anda bisa fokus pada konten tulisan tanpa harus memikirkan kode-kode html. Anda dapat memperkaya tulisan dengan foto, gambar, dan video seperti kegiatan menulis di microsoft word. Anda benar-benar punya website sendiri yang menunjukkan kredibilitas atau karakter Anda.

 

5. Mengembangkan Blog

Mengembangkan blog adalah kegiatan yang perlu mendapat perhatian jika Anda berminat untuk menjadikan blog Anda populer. Misalkan untuk menyebarkan pemikiran dan meluaskan pergaulan dengan saling berkunjung blog, memasarkan barang/jasa (keperluan bisnis), mensosialisasikan expertise Anda, dan sebagainya.

Dalam pengembangan blog ini Anda perlu mempelajari tentang cara meningkatkan pengunjung blog, mendesain blog yang cantic, keren, dan kekinian, SEO (Search Engine Optimization), dan masih banyak lagi.

 

Mudah-mudahan langkap singkat membuat blog ini memudahkan Anda untuk memahami gambaran umum tentang apa yang harus dilakukan untuk menjadi seorang penulis di dunia maya. Selamat belajar kawan!

 

Sumber:

http://panduanim.com/membuat-blog

https://www.belajarbuatwebsite.org/cara-membuat-blog

 

 

Sabtu, 01 Agustus 2020

Bangkitnya Youtuber

Di era youtube sekarang ini siapa saja bias memproduksi video tanpa harus belajar tuntas soal video producing, shooting, editing. Internet memberi kebebasan kepada siapa saja untuk mengisi konten video kemudian beredar luas di masyarakat tanpa harus melalui Pendidikan dan pelatihan terkait membuat scenario video, reportase, mengelola suara dan pencahayaan, dan tetek bengek ilmu terkait penyiaran video. 

Oleh sebab itu jangan heran kalo di youtube kita temukan beragam kualitas video, mulai dari yang amatir sampe yang keren dan professional. Tapi ada satu kesamaan mereka, yaitu mereka mulai dari nol, berani dari awal tanpa bekal memadai terkait ilmu broadcasting atau yang semacamnya. Mereka adalah orang-orang yang berani terjun ke kolam hanya karena mereka ingin renang, tak peduli kedalaman air, ataupun kemampuan mereka sendiri dalam berenang. Pokoknya terjun dan selama di air mereka terus belajar.

Jangan pula tergesa-gesa menghakimi jelek video seorang youtuber. Nanti mereka cepet putus asa padahal siapa tahu mereka di masa depan jadi youtuber yang berpengaruh buat nyebar kebaikan. Kita juga toh nonton youtube gratis, ga usah berharap terlalu tinggi terhadap orang yang sudah berniat baik berbagi ilmu dan wawasan di sana. Mungkin beda lagi kasus nya kalo si youtuber sudah sering membuat konten, pengen disubscribe dan dilike, tapi isinya banyak membuang waktu. Buat mereka dibuat pengecualian saja. 

Bukannya tidak menghargai ilmu penyiaran, tapi internet memberikan kebebasan kepada manusia untuk membuat sendiri videonya. Kita sih menyebutnya video amatir, tapi ternyata banyak sekali yang menjadi professional berangkat dari keamatiran mereka. Selama ada internet, siapa saja merasa diizinkan untuk membuat video lalu mengunggahnya. Keberadaan fitur kamera ajib dan  aplikasi video editor yang makin canggih juga mendukung aktivitas ini. Membuat siapapun yang punya kamera canggih di smartphonenya merasa gatal untuk membuat video.

Jadi meskipun Anda tidak kuliah seni tapi di era ini ga usah sungkan membuat konten youtube. Karena seni dan estetika ternyata tidak selalu jadi aspek penilaian netizen ketika me-like sebuah video. Ada emak-emak rekam secara amatir kegiatan masak yang monoton, nyapu rumah, dan hitung belanjaan saja bisa beribu likers-nya. Hal remeh seperti itu saja ada yang nyari, ada yang nonton. 

Jadi sepertinya apapun yang Anda buat di youtube bakalan ada yang nyari, pasti akan ada yang nge-like. Ga usah khawatir. Tapi siap-siap juga dikasih jempol kebalik. Ya setiap perbuatan ada resikonya. Hehehee. Kita tidak tahu selera manusia zaman sekarang. Kemarin saja ada youtuber nongkrong 2 jam ga ngapa-ngapain bisa ribuan viewers-nya. Orang yang tidak kreatif saja diakomodir dan bisa tenar via youtube, apalagi mereka yang kreatif. Apalagi mereka yang juga produktif.

Jadi buat Anda yang tertantang buat jadi youtuber tidak usah sungkan untuk memulai. Mungkin selama ini takut cemoohan orang terdekat. Tapi di luar sana pasti ada netizen yang menghargai usaha dan ilmu sharing Anda. Bisa jadi mereka jumlahnya banyak sehingga mereka akan bisa membuat Anda mengabaikan orang yang selama ini mencemooh.

Ayolah berkreasi, jangan terkendala rasa percaya diri karena kualitas video yang amatir. Karena semua yang tidak bermodal berawal dari amatiran. Tapi sepanjang jalan mereka belajar dan makin ke sini makin baik kualitas sajiannya. ORang tua dan guru juga bisa memotivasi anaknya buat kreatif dan produktif di dunia konten youtube. Jangan berpikir linear mendorong anak untuk belajar cuma dari bangku sekolah, lalu bekerja dan mencari nafkah dengan cara biasa. Sekarang ini kreativitas dan produktivitas video bisa dibayar.

Kalo selama ini Anda mengira bahwa youtube banyak diisi oleh konten-konten negative dan cenderung main-main atau sia-sia, mungkin pergaulan Anda kurang luas. Salah buka channel atau mendengar informasi cuma sebagian. Banyak sekali ilmu dan wawasan bermanfaat di sana. Dan pastinya, terbuka kesempatan luas buat Anda untuk mengisi ruang di youtube dengan ilmu dan wawasan bermanfaat yang bisa Anda bagi ke semua. Siapa tau melalui konten youtube Anda, kehidupan seseorang bisa berubah dan hal itu bisa jadi lebih baik daripada dunia dan seisinya.

Buat Blog

Saya sengaja membuat postingan khusus di menu bar tentang cara membuat blog ini karena beberapa alasan sebagai berikut:
1. Membuat blog adalah tantangan dan kebutuhan buat kita semua karena kebutuhan menulis dapat ditampung secara gratis melalui media blog. Sayang sekali jika fasilits semacam blog ini dilewatkan oleh kita. Maka dari itu saya menuliskan cara pembuatan blog sebagai cara saya mengajak teman-teman pembaca. Mudah-mudahan keberadaan tulisan ini menginspirasi Anda untuk turut membuat blog untuk menulis.

2. Tulisan yang dibuat di blog dapat diakses oleh semua orang di dunia. Anda mempunyai kesempatan  untuk menyebarluaskan tulisan Anda. Jangan meremehkan arti tulisan. Kata-kata itu lebih efektif daripada 1000 peluru. Kalo satu peluru bisa membunuh 1 manusia, tapi satu tulisan bisa mengubah isi 1000 kepala manusia. Kalo Anda orang baik, pasti ingin agar kebaikan yang Anda yakini menyebar. Maka menulislah sesuaatu agar tulisan Anda yakini bisa sampai ke seseorang atau sejuta orang di luar sana.

3. Menulislah untuk melepas stress. Yakinlah bahwa menulis bisa meredakan beban di hati Anda. Kondisi depresi, marah, kesal, sedih, dan emosi negative lainnya dapat diredakan dengan aktivitas menulis. Menulis ternyata seperti curhat kepada seseorang meskipun belum ada orang yang membaca tulisan Anda. Ada terapi mental yang membuat pikiran kita lega dengan cara menulis. Anda tidak akan percaya kecuali dipraktekkan dengan segera.

4. Siapa tahu minat dan bakat Anda ada dalam menulis. Masalahnya selama ini Anda tidak mengizinkan diri Anda sendiri untuk aktif menjentikkan jari jemari secara aktif di atas keyboard computer atau menulis dengan pena. Padahal jika memulai menulis dengan tema tulisan yang Anda sukai, Anda dapat menemukkan passion di sana. Jika minat dan bakat itu berkembang, maka Anda sendiri yang akan mendapat buah manisnya. Potensi Anda mencuat, karya Anda menjadi monumen yang membanggakan diri dan juga keluarga. Ketika bakat berkembang, Anda akan menempuh perjalanan luar biasa di mana Anda sendiri melihat bagaimana diri Anda bertumbuh. Secara spiritual, hal ini adalah suatu pengalaman batin yang luar biasa. Andapun menikmati ketika tahu bahwa Anda dapat melakukan sesuatu yang Anda sukai dengan standar yang tinggi. 

5. Jika bakat Anda sudah berkembang, maka tinggal masalah waktu ia akan menjadi lahan subur yang menghasilkan kesejahteraan. melalui tulisan, Anda dapat memperoleh uang. Mungkin awalnya kecil, tapi seiring dengan bertumbuhnya bakat Anda, maka penghasilan yang besar dari kepenulisan bukanlah impian semata. Saya yakin ia bisa jadi kenyataan. Anda terus menulis, orang lain terus mendapatkan manfaat, dan kekayaanpun bisa datang menyusul.

6. Menulislah untuk merekam kenangan. Ada banyak kejadian dalam hidup yang sangat berharga untuk dikenang sebenarnya. Tapi karena tidak kita catat, maka kesan dan kenangan akan kejadian tersebut bisa kapan saja menguap hilang. Oleh karena itu melalui kegiatan menulis Anda bisa mengikat peristiwa-peristiwa berharga dalam kehidupan Anda atau kehidupan orang-orang yang berharga di hati Anda. Menulislah agar Anda bisa mengulang kembali memori indah di suatu kejadian dan tersenyum sendiri ketika mengingatnya. Tulisan Anda akan berbicara dari masa lalu dan seolah berasal dari sosok yang berbeda ketika Anda membacanya di masa depan nanti.

7. Menulislah demi kesenangan menulis itu sendiri, serta demi manfaat yang suatu saat mungkin akan terkuak tanpa kita sadari. Akan ada tiba saatnya ketika Anda menulis apapun karena menulis itu memang menyenangkan, dan blog bisa menampung kesenangan Anda itu. Menulislah pula karena di tulisan Anda mungkin tersimpan banyak faedah yang menjadi mutiara berharga untuk seseorang di kemudian hari. Bisa jadi dari tulisan Anda sendiri Anda dapat mengukur seberapa banyak pertumbuhan kedewasaan Anda  dalam berpikir. Mungkin dari tulisan Anda dapat ditemukan fakta-fakta berharga untuk sebuah penelitian yang mempunyai dampak besar buat kemanusiaan. Mungkin dari tulisan Anda dapat dilihat pergeseran pemikiran dan paradigma yang begitu dramatis untuk Anda saksikan sendiri, lalu Anda merasa beruntung dengan perubahan yang dialami sekarang ini. Masih banyak rahasia dan manfaat yang bisa digali dari prasasti yang Anda tinggalkan yang bernama 'tulisan' ini. 

Lalu….kenapa masih ragu untuk menulis?


Mindfulness dan Kekhusyu'-an

Ada benang merah yang menghubungkan dengan jelas antara mindfulness dan kekhusyuan dalam shalat/dzikir. Dalam praktek mindfulness kita berlatih untuk berada pada kondis being dengan cara berfokus pada napas. Breath in and breath out. Setiap napas yang masuk dan keluar diperhatikan secara seksama sebagai jangkar pikiran agar ketika pikiran kita mulai bergerak ke mana-mana, kita berusaha untuk kembali memperhatikan napas kita. Seiring dengan berfokus pada napas tersebut kita akan 'menyaksikan' di benak kita pikiran dan lintasan-lintasannya berdatangan dan bergantian. Menarik kita untuk larut ke dalam pusarannya. Tapi kemudian kita melawan, terus berfokus pada jangkar berupa tarikan dan hembusan napas. Kitapun akan menyadari bahwa pikiran-pikiran yang menarik tersebut akhirnya akan berlalu dan lewat begitu saja. berganti dengan pikiran lain yang mungkin lebih menarik untuk dibayangkan.

Sementara di dalam kekhusyuan, kita tidak berfokus pada napas, tapi berfokus pada ayat dan bacaan dzikir yang kita lantunkan. Orang yang khusyu' bahkan larut dalam bacaan sehingga ketika bacaan berisi tentang surga maka ia menangs karena mengharap dan merindunya. Jika ia menemukan ayat-ayat yang berbicara neraka, maka ia akan merasa seakan neraka berada di depannya. Membuat dia menangis dan ketakutan. Tapi hal ini berlaku untuk mereka yang khusyu' shalat/dzikirnya, serta memiliki rasa pengagungan dan penghambaan yang baik kepada Tuhan. 

Akan lain ceritanya jika shalat/dzikir dilakukan oleh orang yang tidak khusyu'. Antara bacaan shalat tidak sinkron dengan isi pikiran. Mulut melafalkan doa tapi pikiran terbang melayang-layang. Bacaan shalat berisi kisah sedih, tapi isi kepala membayangkan pengalaman bahagia. Bacaan shalat berisi kabar baik tentang surga, tapi pelakunya malah  membayangkan kejadian kemarin sore yang menjengkelkan. Dzikir berisi tasbih dan istighfar, tapi kepala membayangkan menu makanan. Ayat yang dibaca berisi kebesaran penciptaan tapi yang diingat malah peniti, sendal, sepatu, dan pakaian.

Ketika shalat dan dzikir, tantangannya serupa dengan latihan mindfulness, yaitu muncul pikiran-pikiran dan bayangan-bayangan yang sifatnya tidak terkendali. Sekuat apapun kita menekan bayangan tersebut, maka bayangan tersebut akan terus berkelit dan mencari celah untuk mendominasi pikiran. Sekuat tenaga kita mengalihkan pikiran pada bacaan, tapi pikiran-pikiran melompat-lompat ke permukaan mencuri perhatian. Keadaan ini adalah kondisi yang ditemui setiap manusia yang apabila dibiarkan akan mengurangi kualitas kehidupan. 

Orang yang selalu mindful dan ditambah khusyu' dalam shalatnya akan menunjukkan ketenangan seperti air danau. Ketenangan sejati yang bukan distimulus oleh faktor eksternal, tapi benar-benar murni dari pengendalian pikiran. Pengendalian pikiran tersebut berdampak besar terhadap pengendalian jiwa, karena untuk berhasil mengelola pikiran yang selalu meloncat-loncat liar diperlukan kesabaran dan keteguhan jiwa. Orang yang khusyu' dan mindful adalah orang yang berhasil mengenali dan mengendalikan dirinya sendiri. 

Dia akan dapat memandang masalah apapun dengan jernih karena terbiasa untuk tidak dikendalikan oleh emosi yang dibawa oleh pikiran-pikirannya. Orang yang terbiasa khusyu' dan mindful akan mempunyai kendali atas pikiran, emosi, hingga tindakan. Keterampilannya dalam memposisikan diri di kondisi 'being' tersurat dalam perilaku yang logis, tenang, sarat perhitungan. Dia dapat melepaskan diri dari penilaian-penilaian subjektif yang seringkali bisa merusak keputusan dan perbuatan.

Semoga kita dapat mempraktekkan mindfulness dan kekhusyu'-an ibadah  agar kita bisa menjadi seorang hamba Allah yang baik, manusia yang bisa mencapai puncak prestasi, serta meraih percik-percik kebahagiaan yang terdapat dalam setiap kejadian yang ada di sekitar.


Kamis, 30 Juli 2020

Pendidikan Rumah

Sekarang ini home schooling sedang tren di kalangan orang tua. Kenapa tren-nya hanya terjadi di kalangan orang tua saja? Jawabannya yaa karena orang tualah yang selama ini menyekolahkan anaknya. Merekahlah yang berhak menyekolahkan anaknya di sekolah negeri ataupun swasta, di dalam maupun luar negeri, dan pesantren/boarding school atau di sekolah biasa. Pilihan-pilihan seputar sekolah anak selama ini pada dasarnya jatuh kepada orang tua. Termasuk ke dalam pilihan untuk menyekolahkan anaknya atau tidak.

Di zaman ini orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya memang bisa dituntut oleh hukum karena dikategorikan menghalangi pendidikan yang merupakan salah satu hak dasar seorang anak. Kewajiban orang tualah menyediakan pendidikan itu sebagaimana kewajiban mereka untuk memberinya makan, sandang, papan, perlindungan, serta pengasuhan yang baik. Sebenarnya kita beruntung hidup di sebuah masa yang komunitas dan pemerintahnya memberikan perhatian yang besar terhadap hak pendidikan anak. Tapi orang tua di era sekarang dihadapkan pada banyak dilema yang membuat mereka merasa berat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah seperti kebanyakan orang.

Permasalahan yang kompleks di dunia persekolahan seperti bullying, kurikulum yang terlalu padat, pendidikan yang tidak memperhatikan keunikan dan karakteristik khusus anak, lingkungan sosial yang buruk, dan aneka permasalahan lainnya mendorong orang tua untuk mencari alternatif pendidikan luar sekolah. Orang tua pada dasarnya ingin yang terbaik untuk anak mereka, termasuk dalam hal pendidikan. Apalagi orang tua yang sadar betul bahwa melalui pendidikanlah masa depan seorang anak dibentuk dan diarahkan. Oleh sebab itu orang tua memikirkan bagaimana agar segala hal yang negatif yang terdapat pada dunia persekolahan umum dihindari semaksimal mungkin sambil tetap berupaya memberikan pendidikan yang terbaik untuk sang anak. Ada juga alasan lain seperti alasan keyakinan, agama, atau filosofis pendidikan yang dipegang teguh orang tua sebagai idealisme.

Oleh sebab itu hal ini pula yang mendorong masyarakat kreatif dalam menciptakan model-model persekolahan. Sekarang kita mengenal sekolah seperti sekolah Islam Terpadu, sekolah alam, sekolah yang khusus mengajarkan matematika dan IPA, dan jenis sekolah lainnya sebagai hasil kreativitas masyarakat. Keragaman sekolah yang kita temui tersebut adalah jawaban dari warga sendiri atas tantangan-tantangan masa depan, juga atas permasalahan yang tidak bisa diatasi oleh sekolah-sekolah umum yang ada. Keberadaan sekolah yang variatif tersebut juga memberikan masyarakat alternatif yang banyak untuk anak-anak mereka. Orang tua dimanjakan dengan aneka pilihan sekolah seperti menu makanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan selera anak-anak mereka.

Di antara jenis persekolahan yang beraneka rupa tersebut terdapat alterntif sekolah yang dinilai bagus, yaitu yang kita kenal dengan home schooling. Kenapa dinilai bagus? Karena berdasarkan testimoni orang tua yang menyelenggarakan home schooling itu sendiri. Mereka mendapatkan manfaat besar yang terlihat kongkrit pada diri anak mereka. Oleh sebab itu home schooling beranjak dari sekedar alternatif sekolah menjadi sebuah gerakan besar di pelbagai penjuru dunia.

Home schooling dilakukan melalui cara orang tua memberikan sendiri pendidikan untuk anaknya sebagai pengganti kegiatan belajar di sekolah tradisional. Home schooling menjadi gerakan yang tumbuh sejak tahun 1970 di Amerika Serikat. Sekarang ini di sana diperkirakan ada 2 juta anak-anak yang dididik melalui home schooling berdasarkan the National Home Education Research Institute. Angka anak yang belajar via home schooling tersebut terus meningkat setiap tahunnya. Di Amerika serikat ketentuan legal untuk kegiatan home schoolng berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lainnya. Ada yang ketat tapi ada juga yang sangat longgar.

Berdasarkan buku Teach Your Own karangan Holt, hal paling penting yang dibutuhkan oleh orang tua untuk menyekolahkan anaknya di rumah adalah “ to like them, enjoy their company, their physical presence, their energy, foolishness, andd passion”. Orang tua harus bisa menikmati semua omongan dan pertanyaan sang anak, selain mereka juga harus bisa menikmati untuk memberi jawaban atas semua pertanyaan tersebut. Itulah persyaratan pokok untuk orang tua, dan mesti sejalan dengan dedikasi mereka terhadap proses pendidikan di kegiatan home schooling.

Kegiatan home school dapat dimulai pagi hari seperti halnya kegiatan belajar di sekolah tradisional. Tapi jangan heran, ada juga orang tua yang benar-benar membedakan belajar seperti sekolah biasa. Ada yang memulai belajar kapanpun yaitu ketika anak mereka menunjukkan rasa penasaran. Kegiatan tersebut dapat dilakukan sebelum tidur, bisa siang hari ataupun malam.

Filosofi pendidikan yang dianut oleh orang tua sangat menentukan bagaimana mereka membuat struktur belajar di rumah. Kita yang belajar di sekolah tradisional mengenal satu gaya pendidikan, sistem yang berbasis buku, barisan meja belajar, dan tes terstandar, tapi sebenarnya ada banyak filosofi pendidikan di dunia ini. Termasuk metode Waldorf, Montessori, Charlote Mason, Classical, leadership education, interest-led learning, unit study, dan lain-lain. Para pelaku home schooling memiliki kemerdekaan untuk memilih dan mencampur ide-ide dari sekian banyak metode yang menurut mereka terbaik untuk pendidikan anak-anak di rumah.

Orang tua juga mengkombinasikan beberapa materi yang tidak terikat usia anak seperti sejarah, literatur, dan seni. Anak-anak yang usianya berbeda bisa jadi memperoleh materi sejarah yang sama tapi ketika diberi tugas, mereka diberi beban yang berbeda sesuai dengan perkembangan tingkat berpikir mereka. Sementara untuk mata pelajaran lain seperti matematika, orang tua biasanya memberikan topik yang berbeda untuk setiap anak sesuai kebutuhan dan perkembangan mereka.

Dalam buku best seller-nya, Element, Sir Ken Robinson menuliskan bahwa “ kunci menuju transformasi pendidikan adalah bukan dengan standarisasi pendidikan, tapi dengan mempersonalisasi pendidikan, untuk membangun prestasi dengan menemukan bakat individu dari setiap anak. Menempatkan siswa di lingkungan di mana mereka ingin belajar dan mereka dapat secara mudah/alami menemukan hasrat mereka yang sesungguhnya”. Atmosfer yang diberikan dalam home schooling menyediakan setting alami yang membuat orang tua bisa memberikan metode/cara belajar yang khas, yang sesuai dengan ketertarikan setiap anak, kemampuan, dan gaya belajar mereka.

Di Indonesia komunitas home schoolers ini juga banyak anggotanya. di medsos ada tokoh-tokoh home schoolers yang rajin menulis metode dan keunikan serta prestasi anak didikannya. Sangat menarik untuk dipelajari dan diambil hikmahnya. Sebab buat orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah tradisional juga punya keinginan untuk mendidik anaknya di rumah ketika ada kesempatan. Menjadi orang tua sekaligus guru adalah hasrat dasar sekaligus tantangan untuk kita semua.

Disarikan dari https://www.parents.com/kids/education/home-schooling/homeschooling-101-what-is-homeschooling/

 

Senin, 27 Juli 2020

Berita Gembira

Berita gembira buat pendidik sangatlah banyak. Kalolah semua orang tahu keutamaan yang menggembirakan buat kontribusi dari seorang pendidik pastilah orang akan berbondong-bondong buat jadi pendidik. Sekarang saja sarjana yang ingin menjadi guru sangat banyak, sangat kontras dengan dulu ketika guru belum diberi tunjangan profesi. Apa sebabnya? Tak lain dan tidak bukan adalah janji akan upah yang tinggi atas jasa profesi.

Janji dalam wujud honorarium seperti itu saja membuat manusia tergoda dan berbondong-bondong untuk menjadi guru, semestinya buat orang beriman janji berupa ganjaran yang tidak tampak lebih menggiurkan lagi. Janji yang mesti diyakini buat para guru adalah ketinggian derajat bagi orang-orang yang berilmu.


يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ



Artinya : "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (Al Mujadalah:11)

Siapa  sih yang tidak ingin punya derajat yang tinggi (dalam berbagai bentuknya) di antara kita ini?

Kita lihat manusia berlomba untuk menjadi pemimpin di suatu wilayah apa lagi motivasinya kalo bukan untuk mendapat derajat yang tinggi sebagai pejabat/pemimpin? Di sekitar kita orang-orang bekerja dari pagi hingga malam bahkan dari malam hingga pagi untuk mengumpulkan uang yang dipercaya bisa membuat derajat kedudukannya di masyarakat semakin baik. Kita menyaksikan orang-orang belajar dan mengumpulkan ilmu hingga memiliki gelar yang berdampak pada perkataan yang didengar dan digugu. Apalagi yang bisa menjelaskan keadaan ini kalo bukan derajat yang tinggi dari sisi ilmu.

Memang di mata manusia istilah 'derajat' itu bisa sangat nisbi. Oleh sebab itu kita bisa beralih pada sudut pandang ketuhanan dalam memandang derajat yang memang dijanjikan oleh Allah swt. Derajat yang dijanjikan pastilah bukan derajat serba relative di mata kita, tapi derajat yang absolut. Derajat yang mungkin tidak disepakati oleh semua manusia tapi pasti diakui oleh Allah Tuhan semesta alam.
Prof Dr Wahbah Al Zuhaili menuliskan bahwa orang-orang  yang beriman dan diberi ilmu pengetahuan di ayat tersebut artinya mereka akan diangkat derajatnya di dunia maupun di akhirat.

Janji lainnya yang datang dari Allah swt adalah pahala yang mengalir. Pahala mengalir ini tentu berbeda jauh  nilainya dengan pahala yang berlaku hanya sekali. Jika Anda memberi sedekah berupa makanan ke saudara, pahala datang pada saat itu saja. Tapi jika mengajar seseorang suatu ilmu, lalu ilmu itu dipakai terus menerus sampai batas waktu yang entah kapan, maka pahala akan terus datang meskipun kegiatan mengajar berhenti sejak lama.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR Muslim)

Banyak cara untuk menunjuki manusia kepada kebaikan. Anda bisa melakukannya dengan menulis, menunjukkan arah dengan jari, berbicara memberi arahan, nasihat, atau peringatan, atau berbagai kombinasi cara yang melibatkan banyak metode dan sarana.
Siapa lagi manusia yang paling sibuk dalam 'menunjuki kebaikan' selain para pendidik. Siang malam mereka memikirkan bagaimana caranya agar murid mereka menjadi lebih pintar, lebih berakhlak, lebih terampil.

Orang yang mereka ajari juga jumlahnya bukan satu atau dua orang, tapi bisa mencapai ribuan dalan kurun waktu tahunan. Sungguh jika para pendidik memikirkan tentang banyaknya pahala yang mereka kumpulkan, mereka akan tercengang dengan betapa besarnya kemurahan Tuhan yang diturunkan atas profesi mengajar, yang pada akhirnya bisa membuat mereka berupaya sungguh-sungguh untuk menjadi seorang yang shaleh dan serius menjalani profesinya.

Dari generasi ke generasi warisan yang selalu diturunkan dan dinilai paling berharga adalah ilmu. Sebodoh-bodohnya manusia paham betul bahwa ilmu sangat berarti dan sangat penting bagi keberlangsungan hidup umat manusia dan perubahannya ke arah yang lebih baik. Di atas itu semua kita semua sadar tidak ada usaha yang patut dipertahankan, dihargai, dijunjung tinggi, dan dimuliakan dalam perkara ilmu selain mengajarkannya dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Wajar saja, Tuhan menjanjikan kabar gembira buat mereka yang mengabdikan hidupnya untuk kegiatan mengajar sambil terus membelajarkan dirinya.


Sabtu, 25 Juli 2020

Life Without Achievements

Kalo ditanya siapa di antara kita yang ingin hidup bahagia, rukun dengan orang-orang maka jawabannya pasti "saya!". Tiap orang ingin bahagia sekaligus menjalani kebahagiaan tersebut sambil dibarengi hidup yang akur serta guyub. Manusia bisa sebenarnya bahagia sambil menyendiri. Apalagi di zaman sekarang ini. Tinggal di rumah sempitpun asalkan ada wifi dan gadget orang bisa seharian baringan sambil berselancar di dunia maya. Ada berita-berita terkini, ada diskusi tentang topik-topik yang selaras sama minat, ada forum hobi, video-video lucu atau hiburan lainnya ga kenal henti, bahkan bisa kenalan sama orang asing sambil berpura-pura berperan jadi sosok lain.

Emosi yang dikandung dalam kata bahagia tak lebih dari kemunculan dan 'permainan' hormon-hormon di dalam tubuh. Sangat saintifik, bisa dipelajari dan bisa dimanipulasi. Orang sibuk era sekarang banyak membuat orang mencari cara singkat buat bahagia, salah satunya dengan aktif mengkonsusi narkoba. Di negara-negara maju, narkoba menjadi seperti kebutuhan primer. Mereka tidak membuatnya legal, tapi sebagian besar masyarakat mengkonsumsinya secara rutin, termasuk 'orang-orang baik'-nya.

Cara kita sebagai seorang muslim tentu saja berbeda. Kita tidak menghalalkan segala cara untuk mencari bahagia. Bahagia adalah hak setiap orang, ia adalah zona nyaman yang pasti dikejar manusia tanpa harus ada arahan sebelumnya. Setiap kita pasti punya mode auto pilot untuk mencari dan berdiam diri di posisi bahagia. Bahagia inilah zalah satu komponen dari well being yang pernah kita bahas sebelumnya. Ingat, salah satunya saja lo...ada elemen lain dari well being selain bahagia yang perlu kita bahas. Salah satunya adala achievements.

Keberadaan achievement memang penting sebagai elemen krusial dalam hidup manusia. Sebutlah anda hidup bahagia, setiap hari ketawa, makanan enak selalu tersedia, rumah berhalaman luas, kendaraan bagus nan nyaman, passive income berdatangan meskipun kaki ongkang-ongkang. Tapi pasti akan kerasa ada yang kurang. Akan ada masanya orang bosan ketika semua tercukupi sehingga tidak ada lagi tantangan buat ditaklukkan. Meski bahagia dan bisa tinggal di rumah seharian, tetap saja orang yg serba berkecukupan akan merasa perlu keluar dari rumah untuk mencari tantangan lain buat dikalahkan.

Saat itulah dia mencari achievements. Saat dia bisa puas telah mencapai sebuah tujuan dengan mengerahkan segala daya yang ia punya. Bisa jadi achievement tersebut didapat setelah berhasil menaiki puncak gunung, menyelesaika proyek besar, mengalahkan orang lain dalam pertandingan, atau menyelesaikan konflik dengan seseorang. Could be anything. Bisa terkait urusan besar bisa juga cuma seputar hal-hal yang terlihat receh. 

Oleh sebab itu dalam merancang hidup, tidak cukup kita berorientasi pada bahagia saja. Tapi kita juga perlu merancang cita-cita. Ada yang kecil ada yang besar. Tujuannya apa? Agar ada achievement2, perolehan2, prestasi2 yang membuat kita merasa terhibur di sepanjang jalan kehidupan kita.

Caranya bisa jadi dengan membuat target-target terkait hobi. Seperti yang hobi bersepeda, maka targetkanlah untuk mencapai jarak tertentu atau menaklukan tanjakan tercuram yang menjadi tantangan buat para goweser. Buat yang hobi menulis, buatlah target untuk menulis buku yang bisa jadi best seller atau buat target untuk menulis artikel sebanyak 100 buah dalam sebulan. Ini semua bisa berangkat dari hobi yang kita miliki. Anda pasti punya hobi...nah kembangkan tantangan dari hobi tersebut.

Selain dari hobi, bisa juga dari karier. Buatlah target tertentu pada karier anda. Misalkan jika sekarang di karier anda hanya  berfokus pada pelayanan pribadi (berapa duit yang bisa saya dapat dari kerjaan ini?), mulai sekarang buatlah target 'pelayanan'. Seperti 'berapa banyak orang yang bisa saya layani di bulan ini?' Seberapa luas jangkauan kerjaan saya bisa memberi manfaat?', dan banyak lagi. 



Belajar Mindfulness I

Satu pelajaran berharga dari praktik mindfulness yang dikembangkan Jon Kabat Zin adalah mengenali pikiran manusia yang selalu berada pada kondisi 'doing'. Dalam kondisi 'doing' pikiran manusia aktif memikirkan banyak hal, banyak sekali hal. Baik kejadian di masa lalu maupun kejadian (yang diprediksi terjadi) di masa depan.
Pikiran-pikiran yang mengembara tersebut tentu tidak berdiri sendiri, tapi juga selalu dibarengi dengan emosi yang melekat pada image/pikiran tersebut. Saya yakin anda suka mengalami ketika ada sebuah kejadian di jalan raya yang membuat anda kesal, saat anda mengingat kejadian itu saat ini, ternyata emosi 'kesal' tersebut juga hadir menyertai. Kejadiannya sih sudah lewat, tapi keselnya tetep melekat.
Uniknya, tidak cuma ingatan tentang masa lalu yang melibatkan emosi, imaginasi kita tentang masa depan berupa prediksi-prediksi juga sama saja dalam hal pelibatan emosi. Saya yakin kita sering begitu. Misalnya ketika akan pergi ke sebuah tempat dan di perjalanan kita memprediksikan kemacetan di jalan, maka sebelum kaki melangkah keluar rumah emosi jengkel tentang suasana jalanan yang macet sudah ada di hati kita.
Di atas itu cuma contoh kecil, pada kenyataannya banyak sekali imajinasi-imajinasi di kepala kita tentang masa depan yang didramatisir lalu mendatangkan emosi yang juga intensitasnya semakin kuat dan kuat. Padahal apa yang dipikirkan tersebut belum terjadi, dan kekhawatiran atas semua kejadian yang mungkin adalah imajinasi kita sendiri (meskipun kita meyakininya sebagai sebuah prediksi yang valid berdasarkan pengalaman).
Pada prinsipnya semua pikiran tentang masa lalu dan masa depan yang memenuhi kepala tersebut adalah hanya 'pikiran'. Jika pikiran tersebut dihilangkan, maka emosi yang menyertainyapun akan ikutan hilang. Semua keadaan dramatis yang menguasai jiwa dan hormon2 kita bisa hilang jika pikiran yang mengawalinya dihilangkan.
Begitulah hebatnya pikiran dan imajinasi manusia. Apa-apa yang kita imajinasikan bisa tampak sebagai sebuah fakta, bener-bener real (buat si pemilik pikiran).
Sadar atau tidak, beginilah keadaan pikiran dan emosi kita saling terkait dalam kondisi 'doing'. Ada fakta lain tentang pikiran manusia yang selalu memikirkan masa lalu dan masa depan dalam kondisi 'doing', yaitu manusia memiliki pikiran yang selalu aktif mencari solusi atas masalah yang sedang dipikirkannya (padahal masalah tersebut juga bisa jadi cuma ada di pikiran, bukan masalah aktual di dunia nyata yang perlu dipecahkan).
Pikiran yang selalu aktif mencari solusi ini tentunya terkait dengan pikiran sebelumnya yg berisi kenangan atau imajinasi masa lalu atau masa depan. Misal nih, dulu kita pernah merasa diremehkan oleh seseorang karena urusan ekonomi. Lalu, timbulah emosi kesal, marah, perasaan rendah diri, dendam, sedih, dan sebagainya.
Tentunya keadaan mental tersebut tidak berhenti di sana kan?
Pikiran kitapun kemudian aktif mencari solusi. Contohnya kita memikirkan bagaimana agar saya bisa membalas perlakuan buruk dia? bagaimana saya bisa membuat perasaan saya lebih baik? Bagimana saya bisa memperbaiki kesan tentang saya dan ekonomi saya? Bagimana agar kejadian seperti itu bisa tidak terulang? Baimana .... bagaimana dan bagaimana....
Pikiran kita lalu bercabang, membuat skenario-skenario. Setiap pikiran dan skenario sangat mungkin mendatangkan emosi-emosi baru yang sebelumnya tidak ada.
Ini baru memikirkan 1 masalah dari masa lalu. Belum lagi kita memikirkan masalah yang sama tapi terkait dengan masa depan. Semisal prediksi: Bagaimana kalo nanti saya ketemu orang yang kembali meremehkan saya karena urusan ekonomi? bagaimana kalo anak saya nanti diremehkan oleh orang lain seperti yang terjadi kepada saya dahulu? bagaimana...bagaimana...dan bagaimana...terus saja pikiran kita memprediksi masa depan (sambil membawa emosi ketakutan, marah, dan lain sebagainya).
Inilah fakta kedua tentang kondisi 'doing' dan memang bener juga ya. sayapun mengalaminya. Bahkan sangat sering.
Ada satu fakta lain yang membuat pikiran 'doing' ini bisa membuat manusia semakin 'sibuk dengan pikirannya sendiri', yaitu pikiran kita ga pernah istirahat kecuali kalo lagi tidur. Pikiran kita selalu melompat ke sana kemari, beralih topik dan tema tanpa terkendali. Kita tahu betul kondisi ini ketika melaksanakan shalat.
Silakan tanyakan ke diri sendiri apa yang anda pikirkan ketika menyebut Allahu Akbar saat takbiratul ihram? lalu ketika membaca iftitah, alfatihah, dan seterusnya sampai salam. Bisakah anda secara full tenggelam dalam mengahayati bacaan shalat? atau pikiran anda mengembara memikirkan kejadian, memikirkan orang, makanan, uang, kaos kaki, pekerjaan, peniti, bumbu masakan, sendal, atau agenda jalan-jalan?
Tanyakan ke diri sendiri apa yang anda pikirkan ketika sendiri, ketika nyetir di jalan, ketika masak, atau mandi. Pikiran kita melompat-lompat seperti monyet, berpindah-pindah dari satu pikiran tentang kejadian, keinginan, hasrat, dibarengi emosi-emosi, dan seringnya malah tidak terkendali.
Ya....kita benar-benar sulit mengendalikan isi pikiran kita. Kita pikir kita mengenal diri kita, menguasai diri sendiri. Padahal pada faktanya, kita punya masalah besar dalam mengendalikan konten pikiran. Dan ini adalah salah satu sumber dari banyak masalah dalam kehidupan kita manusia - sejak dari zaman nenek moyang.
Inilah fakta-fakta yang ingin dibenahi melalui praktek mindfulness. Inilah kondisi-kondisi yang bisa diperbaiki melalui konsep khusyu'. Hasilnya amat luar biasa untuk menciptakan ketenangan sejati, memunculkan perasaan menghargai dan menikmati setiap keadaan, menaikkan produktivitas, dan kebahagiaan. Melalui penciptaan kondisi yang berlawanan dengan kondisi 'doing', yaitu 'being'.

Jumat, 17 Juli 2020

Prinsip 80/20

Prinsip populer ini ditemukan tahun 1897 oleh seorang ahli ekonomi dari Itali yang bernama Vilfredo Pareto. Oleh karena itu mungkin teman-teman sering mendengarnya dengan sebutan lain pada prinsip ini sebagai Prinsip Pareto, Aturan Pareto, Aturan 80/20, Prinsip Prinsip ketidakseimbangan, dan lain-lain. Prinsip ini sering banget dipakai di buku-buku buat menjelaskan sebuah fenomena ketidakseimbangan yang ternyata kepake di berbagai bidang kehidupan. Para ahli dan praktisi di bidang bisnis, kemasyarakatan, teknolodi dan komputer, engineer, politik merasakan fenomena 80/20 ini begitu jelas tampak kehadirannya. Maka jangan heran prinsip Pareto sering disinggung pada buku-buku sebagai sebuah pendekatan teori atau formula keberhasilan. Tapi buku yang membahas secara fokus tentang 80/20 adalah buku berjudul 80/20 besutan ....

Awalnya Vilvredo Pareto meneliti pola kekayaan dan pendapatan di Inggris pada abad ke-19. Dia menemukan bahwa sebagian besar kekayaan dan pendapatan besar mengalir ke sejumlah minoritas orang saja. Pareto menemukan fakta hubungan matematika antara prosentase populasi manusia dengan jumlah kekayaan yang dinikmati individu. Sederhananya, dia temukan ada 20% orang yang menikmati 80% kekayaan. Prosentase ini tentu tidak selalu perssis 80/20, tapi menunjukkan fakta distribusi kekayaan di sebuah rentang populasi benar-benar tidak seimbang.

Termuan lain dari Pareto yang menarik adalah pola ketidakseimbangan ini berulang secara konsisten kapanpun di melihat data-data pada sejumlah periode waktu yang berbeda di beberapa negara. Baik di dalam Inggris ataupun di negara lain. Polanya selalu sama dengan presisi matematis yang kuat. Apa ini sebuah kebetulan atau ada sesuatu yang besar di balik ekonomi dan kemasyarakatan? apakah data dan perbandingan serupa juga berlaku pada bidang lain selain kekayaan dan jumlah penghasilan?

Ilmuwan sebelum Pareto belum pernah menyandingkan 2 data (kekayaan dan penghasilan) dan membandingkan prosentase dari kedua set data tersebut (tapi sekarang ini cara itu sudah sangat populer/biasa). Prinsip Pareto bisa kita pakai buat menjelaskan banyak fenomena di kehidupan profesional ataupun kehidupan sehari-hari kita.

Prinsip 80/20 menggambarkan sebab dan akibat yang ganjil. Bahwa usaha sedikit bisa menghasilkan banyak, minoritas bisa mempengaruhi suasan mayoritas, input yang minim bisa memberikan ouput yang paling besar. Secara kongkritnya sebagai contoh: 80% penghasilan yang kita peroleh berasal dari 20% waktu yang kita gunakan, 80% produktivitas lembaga dihasilkan oleh 20% karyawan, 80% kebahagiaan diperoleh dari 20% aktivitas, 80% keuntungan toko diperoleh dari 20% jenis produk, 80% nilai kejahatan ditentukan oleh 20% penjahat, 80% kecelakaan di jalan disebabkan oleh 20% pengguna motor, dan seterusnya.

Prinsip 80/20 ini sangat berarti karena dia bertentangan dengan intuisi dasar kita yang mengira bahwa usaha sebesar 100 akan menghasilkan buah atau produk sebesar 100 juga. Kita menanggap usaha besar akan memproduksi hasil besar. kita menganggap bahwa 100 karyawan memiliki nilai dan kontribusi yang sama terhadap perusahaan/lemabaga. Kita menganggap semua kegiatan refreshing kita memiliki kontribusi sama terhadap kualitas keceriaan. Kita menanggap semua orang yang diberi honor yang sama akan memberikan kontribusi yang sama terhadap pekerjaan. Kita menganggap bahwa semua universitas memiliki kualitas yang sama.

Prinsip 80/20 ini membuka penjelasan bahwa jika dua set data disandingkan, dikaitkan terhadap sebab dan akibat, lalu dianialisa, dan dijelaskan, bisa dipastikan bahwa hasil akhirnya adalah pola ketidakseimbangan. ketidakseimbangan itu bisa jadi 65/35, 70/30, 75/25, 80/20, 95/5, 99,0/0,1 atau berapa saja.

Kenapa kita mesti peduli sama prinsip 80/20 ini? Seperti penjelasan John Koch dalam bukunya, sadar atau tidak, prinsip tersebut berlaku juga pada kehidupan kita. Di kehidupan pribadi, sosial, ekonomi, pekerjaan, dan sebagainya. Prinsip 80/20 ini memberikan kita sudut pandang yang sangat berarti untuk memahami apa-apa yang terjadi pada dunia di sekitar kita. Prinsip 80/20 ini kabar baiknya juga bisa dimanfaatkan sebagai rumus buat meningkatkan kualitas hidup kita.

To be continued...




Jumat, 03 Juli 2020

Well Being

Para filsuf menyebutkan motif dari semua perbuatan manusia adalah untuk memperoleh bahagia (seperti yang dikatakan Aristoteles). Nietzsche menduga bahwa semua aksi manusia bertujuan untuk mendapat kekuasaan. Beda lagi dengan Freud yang berpikir kalo semua perilaku manusia bertujuan untuk menghindari kegelisahan. Gimana dengan pendapat mang Udin tukang sayur yang saban hari lewat mengenai tujuan akhir dari semua usahanya? maka dengan sederhana ia akan menjawab: meraih bahagia.

Ketika menjelaskan arti well being dalam bukunya "Flourish", Martin Seligman mengkritisi semua pendapat tersebut yang cenderung pada penyederhanaan jawaban. Sebelumnya, sebagai seorang psikolog ulung yang pernah menjadi ketua APA di tahun 1996, Seligman juga mengusung teori kebahagiaan, yang dia sebut authentic happines. Di teorinya tersebut, kebahagiaan dapat dianalisis ke dalam 3 elemen yaitu emosi positif, engagement, dan kebermaknaan. Keberadaan 3 elemen ini menjelaskan lebih utuh dan lebih dapat terukur makna dari sebuah kata yang sering kita tuju, yaitu kebahagiaan.

Emosi positif yang menjadi elemen pertama happiness adalah apa yang kita rasakan berupa kesenangan, kehangatan, kenyamanan, perasaan suka, kedamaian. Perasaan ini yang kita sebagai manusia kejar dari waktu ke waktu. Elemen kedua adalah engagement. Engagement ini adalah keadaan flow. Saat manusia 'menyatu dengan musik', terbawa suasana saat beraktivitas, semacam hilangnya kesadaran diri ketika melakukan kegiatan dengan khusyu'. Lalu terakhir adalah elemen ketiga, yaitu kebermaknaan (meaning). Kebermaknaan ini terbentuk dari perbuatan yang membuat hidup terasa lebih bermakna. Misalnya dengan melakukan sesuatu yang dirasakan terkait dengan sesuatu yang jauh lebih besar dari diri kita, melampui ego kita.

Begitulah Seligman meyakini dahulu bahwa psikologi positif yang digelutinya berada pada seputar meraih kebahagiaan. Kebahagiaan adalah standar emas yang berlaku untuk manusia di mana-mana dan berlaku pula sepanjang zaman. Tapi kemudian hari Seligman berubah pikiran, authentic happines bukan menjadi tujuan dari psikologi positif. Ia mengalihkan pandangan dari happiness ke well being.
Di sinilah well being kemudian menjadi perhatian banyak orang, menjadi landasan filosofi buat pembangunan, pendidikan, pelatihan militer, dan banyak hal.

Kalo kebahagiaan itu parameternya sulit diukur maka well being punya parameter yang selain subjektif juga bersifat objektif. Ukuran kemajuan/kemakmuran sebuah negara biasanya kan pake patokan GDP, ukuran ekonomi doang. produksi dalam negeri tinggi apa benar membuat rakyatnya bahagia? konsumsi barangnya tinggi apa benar mengurangi angka korupsi dan pencurian? pendapatan penduduk besar apa seiring dengan meningkatnya rasa aman? Kita tidak punya ukuran2 yang serius menilai kesejahteraan manusia secara total. Nah sepertinya well being setidaknya mengarah ke sana.

Apa saja yang dimaksud dengan well being?

bersambung

Sabtu, 25 April 2020

Rewriting: Mengubah Tulisan Jelek

Saya melihat budaya menulis masih kurang dimilik oleh bangsa kita. Ini mungkin pendapat subjektif, karena bukti yang saya kumpulkan saya lihat dari sedikit sekali tulisan di blog-blog milik teman, baik teman kerja, teman kuliah, atau teman semasa sekolah.

Saya tidak menemukan tulisan mereka di artikel on line, majalah, koran, atau berupa wujud buku. Bahkan media tulis yang mudah selain blog, semisal facebook (yang tidak dibatasi karakternya seperti twitter) masih sulit menemukan jejak kepenulisan mereka. Sangat-sangat sulit...

Saya menilai dari sekian banyak alasan yang menyebabkan seseorang tidak menulis, salah satu yang paling menonjol adalah perasaan bahwa tulisan yang dibuat tidak berkualitas.
"Tulisan saya jelek, pasti orang males bacanya"
"Tulisan saya ga layak tayang, pernah nulis tapi sampe sekarang ga minat nulis lagi karena saya tau isinya buruk"
"Daripada orang-orang membaca tulisan saya yang jelek, biar mereka baca tulisan orang lain saja. Soalnya saya ga akan pernah menulis lagi". Mungkin seperti itu di benaknya. Hehehe...

Ada yang memutuskan untuk tidak pernah menulis karena kapok. Sebab sekalinya nulis cuma sedikit yang ngasih 'liat'. Sebagian lagi berhenti menulis disebabkan kritikan yang diterima rasanya jauh lebih banyak daripada pujian. Secara keseluruhan pengalaman menulis ternyata memberi reward yang tidak terlalu positif sehingga keputusan untuk berhenti menulis rasanya akan lebih baik.

Menulis yang saya maksud di sini adalah menulis bebas lho. Entah tulisan curhat yang panjang, review masakan, ulasan pengalaman, resensi buku, opini perisiwa, atau tulisan receh semacam curhat rumah tangga.

Saya sudah membuat blog sejak lama, lebih dari 10 tahun malah. Saya senang menulis di blog tersebut. Tapi tahukah anda, bahwa saya ga pernah mempublikasikan blog itu? Selidik punya selidik alasannya adalah sama dengan kebanyakan orang. Yaitu saya tidak punya kepercayaan diri terhadap tulisan saya. Singkat kata saya percaya bahwa tulisan saya jelek! Ahahaha

Akibat keyakinan tersebut, aktivitas menulis saya terus terang jadi terhambat. Semisal saya tidak merutinkan diri untuk menulis, saya menahan diri dari membuat tulisan di facebook. Semua karena saya takut hanya menghasilkan tulisan berkualitas buruk yang tidak layak dibaca orang.

Andaipun ada yang membaca tulisan saya ujungnya cuma akan mendatangkan kritik yang ga enak didengar. Padahal tulisan tersebut biarpun buruk, tapi ada usaha besar untuk merampungkannya. Ketakutan akan buruknya tulisan, ketakutan akan pedasnya kritik membuat saya tidak rutin memproduksi tulisan, membuat saya menahan diri dari kegiatan menulis.

Setelah membaca buku-buku tentang kepenulisan dari barat, alhamdulillah saya mendapat pencerahan dalam mental penghambat ini. Masalahnya begini:

1. Kita menyangka bahwa tulisan ketika lahir harus dalam kondisi sudah bagus. Seperti manusia melahirkan anaknya, kondisi fisiknya pastilah sempurna. Padahal asumsi ini sangat lah tidak benar. Tulisan yang baru dibuat dan buruk adalah fenomena yang lumrah, dan kita mesti memahami ini. Jangan memaksakan diri untuk selalu menghasilkan tulisan bagus pertama kali.
Kita mungkin mengira bahwa penulis profesional dan ternama selalu menghasilkan tulisan sempurna dari setiap goresan pertama penanya. Seolah mereka yang namanya berderet di antara penulis legendaris pasti menghasilkan mutiara berharga dari setiap ketikan pertama mereka.

Sama sekali tidak! Penulis-penulis buku justru mengemukakan fakta sebaliknya. Mereka bilang bahwa tidak ada tulisan baru lahir lalu sempurna seketika itu juga, sekalipun dibuat oleh penulis berpengalaman.


2. Kita menganggap tulisan jelek karena sering membandingkannya dengan tulisan orang lain, entah dari penulis lama maupun baru. Melihat kualitas tulisan para penulis tersebut seringnya justru membuat mental jatuh. Kita merasa jarak antara mereka dan kita sangat jauh dari segi pengalaman maupun keterampilan. Kita menganggap tulisan apapun yang dibuat semestinya memenuhi standar penulisa kawakan. Ini sama sekali tidak benar.

Bacalah tulisan orang lain untuk mengambil pelajaran, tapi jangan jadi bahan untuk dibandingkan dengan tulisan kita. Tulisan kita adalah tulisan kita, yakinlah bahwa apa yang kita tulis unik sebagaimana halnya keunikan pemikiran dan kepribadian kita. Buatlah tulisan dengan percaya diri sambil mengembangkan kesadaran bahwa tulisan saya sedang bertumbuh. Sebagaimana tubuh, kognitif, dan wawasan, keterampilan menulispun berkembang setahap demi setahap.

Lalu apa rahasia agar tulisan jelek jadi bagus?

Untuk menjawab ini ada jawaban normatif, bahwa tulisan bagus dihasilkan dari wawasan banyak, dan keterampilan yang tinggi, dan pengalaman yang luas. Tapi ada satu jawaban yang jadi kunci untuk menghasilkan tulisan bagus. Jawabannya adalah ada pada kegiatan Penyuntingan/Editing/Rewriting. Pepatah dari penulis barat terkait ini adalah: There is no good writing, there are only good rewriting.

Rewriting bukan menulis tulisan kedua atau ketiga, tapi adalah kegiatan menyunting terhadap tulisan yang sudah dibuat. Rewriting inilah kunci dari keberhasilan para penulis, hata penulis berpengalamanpun melakukan rewriting. Seperti yang sudah dituliskan di atas, penulis kawakanp sering membuat tulisan jelek pada tulisan pertamanya (yang biasa disebut dengan draft tulisan). Tapi rewriting-lah yang membuat tulisan jelek menjadi bagus, tulisan acak-acakan menjadi rapi, tulisan yang sulit dipahami menjadi mudah dimengerti, tulisan yang mengandung kesalahan tulis, ejaan, kosa kata, atau struktur menjadi tulisan yang 'nyaris' sempurna.

Sekarang saya paham, rewriting adalah tahapan yang wajib dilalui oleh sebelum sebuah tulisan diterbitkan di blog, medsos atau di percetakan. Sekarang saya sadar bahwa setiap tulisan yang kita baca di berbagai media pada dasarnya adalah hasil rewriting. Dari bacaan yang saya baca, penulis-penulis fiksi maupun nonfiksi ada yang melakan rewriting berulang kali pada bukunya,  bahkan ada yang sampe puluhan kali untuk mencapai kondisi sekarang yang telah dinikmati jutaan orang.

Saya mengajak teman-teman pembaca juga untuk menyadari keberadaan tahapan rewriting ini. Karena dengan itu kita jadi paham bahwa tulisan pertama itu tidak mesti bagus apalagi sempurna. Karena nanti ada tahapan rewriting yang menambal bolong-bolong dan kekurangna di tulisan pertama tersebut. Semoga dengan mengikuti fase rewriting ini kita semakin berani menulis. Tidak menahan sisi liar untuk menuangkan isi pikiran ke dalam bentuk tulisan. Karena nanti akan ada proses rewriting yang meng-edit apa yang ingin kita perbaiki.

So...Have a nice writing and rewriting :)

Senin, 13 April 2020

let the earth rest for a while

Saya Pernah liat di timeline foto2 sepi kota2 dunia lalu diberi caption: "The earth is resting"
Mengharukan caption tersebut buat saya. Mengingat beban berat yg ditanggung planet ini akibat ulah manusia.
Keberadaan wabah besar yg sangat menyita perhatian warga dunia ini mesti bikin kita sadar agar bisa berpikir global.
Sambil diem di rumah sama2 bertafakur tentang konsumerisme kita. Gaya konsumsi yang menyita sumber daya planet bumi sedemikian rupa sehingga menimbulkan daya rusak yg besar.
Dulu....orang tua kita membeli baju kalo butuh, kakek nenek kita makan sehari2 dengan lauk yg sederhana, para leluhur kita melakukan perjalanan dengan alat transportasi yg apa adanya. Dulu bahkan kita waktu masih kecil cukup makan makanan berat, tidak merengek saat tidak ada cemilan di dalam rumah.
Sekarang...manusia beli baju bukan karena butuh, tapi karena ingin ganti fashion, ingin terlihat beda.
Sekarang manusia makan bukan karena lapar, tapi ingin memanjakan lidah dengan rasa yg berbeda.
Orang2 sekarang beli kendaraan bukan karena butuh, tapi karena ingin membeli status.
Konsumsi manusia sekarang bukan atas dorongan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Barang2 begitu menggoda, segala macam furniture, gadget, vitamin, krim dan kosmetik, dan aksesoris2. Mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala ada aksesorisnya. Laki2 maupun wanita bisa engga tidur malam memikirkan aksesoris, printil2 yg kadang mengganggu pikiran.
Kita hidup di zaman industrialisasi, di mana barang semakin murah, mudah diakses dan melimpah. Tapi semua itu dengan ongkos lingkungan yang sangaat besar. Memakan bahan bakar minyak untuk pabrik2, untuk distribusi pake kapal laut dan udara antar negara, ke kota2 dan desa2.
Bahan2 dasar logampun diambil dari tambang2, bumi dikeruk dan digali. Senyawa untuk obat2 dan kosmetik diambil dari tanaman2 dan hewan2. Pohon2 ditebang untuk jadi lahan kebun untuk minyak goreng kita, untuk ternak sapi2 yg dagind dan susunya kita konsumsi. Bicara global, maka kita bicara angka 'kematian masal' makhluk hidup dan perusakan besar2an lingkungan.
Jangan tanya soal polusi yg dihasilkan. Dahsyatnya polusi dari kendaraan di darat, laut, dan udara. Akibat semua sibuk memenuhi kebutuhan manusia. Planet bumi pula yg menanggungnya.
Ini terjadi karena ulah manusia. Ingin terus belanja dan terus belanja. Menstok dan mencoba makanan melebihi kebutuhan. Ganti2 kendaraan dan gadget tanpa lihat dampak lingkungan.
Ini keberhasilan para pengusaha dan teknik advertising yg luar biasa. Manusia dijanjikan impian2 indah agar membeli barang2 mereka.
Manusiapun belanja dan belanja, biar nyicil dan bekerja keras untuk bisa memenuhi hasrat yg ditanam agen pengiklan.
Roda kehidupanpun berputar. Kesibukan melanda dunia, semakin menyita sumber daya bumi, semakin kotor pula karena berbuah polusi.
Apakah semua demi ibadah dan memakmurkan bumi?
Engga juga. Sebagian besar adalah untuk memenuhi hasrat konsumsi yg makin hebat.
Mau bukti yg kongkrit kalo kita semua terlibat dalam perusakan planet bumi?
Coba beres2 rumah. Berapa banyak barang ga terpakai hasil hasrat membeli kita?
Di luar sana sungguh sepi, di mana2 sama. Bumi sedang istirahat. Sekarang manusia di seluruh penjuru dunia sedang di dalam rumah, mari sama2 bertafakur atas ulah2 kita.
Di saat wabah begini, Semoga Allah swt memberi kita taufik untuk bisa berpikir global, sadar bahwa kita terkait satu sama lain, bahkan dengan tumbuhan, hewan, udara, air, dan isi bumi. Mudah2an kita bisa berpikir bahwa tindakan2 kita berpengaruh kepada dunia, berpikir untuk hidup sederhana, hidup tanpa menyakiti ekosistem besar bumi kita.
Sementara ini, let the earth rest for a while

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More