Setelah kita melaksanakan tahapan persiapan dan siap dengan segala 'perangkat tempur' yang ada, maka jadikan kelas sebagai 'medan tempur' kita. Di kelaslah kita melepaskan amunisi yang sudah kita siapkan, mengeksekusi rencana, juga termasuk melakukan hal-hal lain yang muncul di luar dugaan namun penting untuk dilakukan saat itu juga. Harapan utamanya tentu kita bisa menguasai medan dan mengendalikan keadaan, yaitu terciptanya suasana optimal untuk belajar sejak dari awal sampai akhir kegiatan. Sebab itulah penting sebelumnya melakukan proyeksi di bagian perencanaan agar kita bisa mengestimasi sendiri kejadian apa saja yang mungkin muncul saat kita presentasi di kelas.
Pengelolaan kelas adalah perkara skill. Sangat mungkin kemampuan itu bersifat given, tapi pasti bisa dipelajari dan dibakati oleh mereka yang merasa kurang mampu. Semakin lama pengalaman seseorang mengajar, maka keterampilan mengelola kelas (seharusnya) akan lebih baik. Satu prinsip yang harus dipercayai adalah pengelolaan kelas ini memiliki peran sentral dalam pembelajaran yang disokong oleh common sense, konsistensi, kejujuran, kewajaran, dan keberanian. Persyaratan lainnya adalah pemahaman yang baik terhadap psikologi dan tahap perkembangan peserta didik. Keterampilan ini berkembang seiring seringnya praktik, feedback, dan mau belajar dari kesalahan. Mudah dikatakan tapi penuh tantangan/kesulitan sebenarnya saat di praktik.
Merancang Kondisi untuk Perilaku yang Diharapkan
Kita pasti punya harapan terhadap orang lain, sebagaimana orang lainpun menyimpan harapan tertentu kepada kita. Dalam perilakupun demikian, terkadang kondisi saling harap ini dibungkus dalam etika hingga tak perlu semuanya disampaikan secara lugas. Tapi dalam pengelolaan kelas, kita perlu sengaja mengidentifikasi harapan kita terhadap peserta didik dan kemudian mengkomunikasikannya secara periodik. Pernyataan eksplisit bahwa kelas yang kita kelola memerlukan peraturan atau prosedur menjadi kerangka yang menopang keteraturan selama proses pengajaran.
Buatlah peraturan kelas dengan melibatkan peserta didik agar mereka merasa memiliki peraturan itu dan sadar bahwa peraturan tersebut dibuat untuk kebaikan mereka sendiri. Buat peraturan mulai dari ketentuan umum yang akan mudah disepakati bersama, tidak ditulis terlalu panjang, tidak terlalu rinci dan mendetil, dan bisa juga dipajang di dinding kelas.




0 komentar:
Posting Komentar