Pengajaran yang baik yang disampaikan seorang pendidik berbuah pada pencerahan pada individu. Itulah 'goal antara' yang sebenarnya sangat dirindukan oleh seorang pendidik sebagai buah keringat yang diupayakannya. Meski dalam cerita kenabian pencerahan ada yang datang secara lambat dan melalui proses yang relatif panjang, tapi kita dapat merekayasa proses itu melalui perencanaan yang baik dan matang. Terlebih untuk pembelajaran di ruang kelas yang kerap dibatasi waktu. Oleh sebab itu saya batasi tulisan ini pada konteks pendidikan dan pengajaran yang diselenggarakan di kelas, seminar, atau public lecture secara umum.
Perencanaan yang baik adalah setengah dari kesuksesan, dan gagal melakukan perencanaan sama artinya dengan merencanakan kegagalan. Semangat serta keseriusan kita untuk mendesimenasi pencerahan sebenarnya dapat diukur dengan seberapa semangat yang sengaja kita tuangkan dalam bab persiapan ini.Tak heran makanya dalam buku-buku kependidikan dan public speaking, bab persiapan mendapat porsi pembahasan tersendiri. Karena pada dasarnya, sesingkat apapun pesan yang kita sampaikan di depan orang-orang, kesemuanya itu tak lebih sebagai sebuah 'acara' atau 'sajian' yang merepresantasikan kapasitas kita sebagai pendidik.
Unsur-unsur yang mesti dipersiapkan dalam perencanaan ini yaitu
1. Lingkungan belajar. Sederhananya atmosfer keseluruhan dari tempat kita mengajar terasa kondusif untuk belajar. Tidak sekedar nyaman/cozzy, nanti kalo terlalu nyaman bisa-bisa mudah ngantuk. Meski bersifat relatif, tapi kondisi belajar diusahakan mendorong terciptanya pembelajaran yang serius tanpa harus terlalu tegang.
2. Isi/content. Ini adalah nyawa dari kegiatan mengajar/presentasi kita. Selain menyediakan judul yang menarik sebagai pengundang perhatian, yakinkan juga bahwa kita telah membatasi ruang kajian. Menjaga keluasan uraian.Tidak memaparkan apa yang tidak perlu, tapi pandai menyertakan informasi yang memperkuat dan mendukung.




0 komentar:
Posting Komentar