Senin, 27 Juli 2020

Berita Gembira

Berita gembira buat pendidik sangatlah banyak. Kalolah semua orang tahu keutamaan yang menggembirakan buat kontribusi dari seorang pendidik pastilah orang akan berbondong-bondong buat jadi pendidik. Sekarang saja sarjana yang ingin menjadi guru sangat banyak, sangat kontras dengan dulu ketika guru belum diberi tunjangan profesi. Apa sebabnya? Tak lain dan tidak bukan adalah janji akan upah yang tinggi atas jasa profesi.

Janji dalam wujud honorarium seperti itu saja membuat manusia tergoda dan berbondong-bondong untuk menjadi guru, semestinya buat orang beriman janji berupa ganjaran yang tidak tampak lebih menggiurkan lagi. Janji yang mesti diyakini buat para guru adalah ketinggian derajat bagi orang-orang yang berilmu.


يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ



Artinya : "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (Al Mujadalah:11)

Siapa  sih yang tidak ingin punya derajat yang tinggi (dalam berbagai bentuknya) di antara kita ini?

Kita lihat manusia berlomba untuk menjadi pemimpin di suatu wilayah apa lagi motivasinya kalo bukan untuk mendapat derajat yang tinggi sebagai pejabat/pemimpin? Di sekitar kita orang-orang bekerja dari pagi hingga malam bahkan dari malam hingga pagi untuk mengumpulkan uang yang dipercaya bisa membuat derajat kedudukannya di masyarakat semakin baik. Kita menyaksikan orang-orang belajar dan mengumpulkan ilmu hingga memiliki gelar yang berdampak pada perkataan yang didengar dan digugu. Apalagi yang bisa menjelaskan keadaan ini kalo bukan derajat yang tinggi dari sisi ilmu.

Memang di mata manusia istilah 'derajat' itu bisa sangat nisbi. Oleh sebab itu kita bisa beralih pada sudut pandang ketuhanan dalam memandang derajat yang memang dijanjikan oleh Allah swt. Derajat yang dijanjikan pastilah bukan derajat serba relative di mata kita, tapi derajat yang absolut. Derajat yang mungkin tidak disepakati oleh semua manusia tapi pasti diakui oleh Allah Tuhan semesta alam.
Prof Dr Wahbah Al Zuhaili menuliskan bahwa orang-orang  yang beriman dan diberi ilmu pengetahuan di ayat tersebut artinya mereka akan diangkat derajatnya di dunia maupun di akhirat.

Janji lainnya yang datang dari Allah swt adalah pahala yang mengalir. Pahala mengalir ini tentu berbeda jauh  nilainya dengan pahala yang berlaku hanya sekali. Jika Anda memberi sedekah berupa makanan ke saudara, pahala datang pada saat itu saja. Tapi jika mengajar seseorang suatu ilmu, lalu ilmu itu dipakai terus menerus sampai batas waktu yang entah kapan, maka pahala akan terus datang meskipun kegiatan mengajar berhenti sejak lama.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR Muslim)

Banyak cara untuk menunjuki manusia kepada kebaikan. Anda bisa melakukannya dengan menulis, menunjukkan arah dengan jari, berbicara memberi arahan, nasihat, atau peringatan, atau berbagai kombinasi cara yang melibatkan banyak metode dan sarana.
Siapa lagi manusia yang paling sibuk dalam 'menunjuki kebaikan' selain para pendidik. Siang malam mereka memikirkan bagaimana caranya agar murid mereka menjadi lebih pintar, lebih berakhlak, lebih terampil.

Orang yang mereka ajari juga jumlahnya bukan satu atau dua orang, tapi bisa mencapai ribuan dalan kurun waktu tahunan. Sungguh jika para pendidik memikirkan tentang banyaknya pahala yang mereka kumpulkan, mereka akan tercengang dengan betapa besarnya kemurahan Tuhan yang diturunkan atas profesi mengajar, yang pada akhirnya bisa membuat mereka berupaya sungguh-sungguh untuk menjadi seorang yang shaleh dan serius menjalani profesinya.

Dari generasi ke generasi warisan yang selalu diturunkan dan dinilai paling berharga adalah ilmu. Sebodoh-bodohnya manusia paham betul bahwa ilmu sangat berarti dan sangat penting bagi keberlangsungan hidup umat manusia dan perubahannya ke arah yang lebih baik. Di atas itu semua kita semua sadar tidak ada usaha yang patut dipertahankan, dihargai, dijunjung tinggi, dan dimuliakan dalam perkara ilmu selain mengajarkannya dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Wajar saja, Tuhan menjanjikan kabar gembira buat mereka yang mengabdikan hidupnya untuk kegiatan mengajar sambil terus membelajarkan dirinya.


0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More