Prinsip populer ini ditemukan tahun 1897 oleh seorang ahli ekonomi dari Itali yang bernama Vilfredo Pareto. Oleh karena itu mungkin teman-teman sering mendengarnya dengan sebutan lain pada prinsip ini sebagai Prinsip Pareto, Aturan Pareto, Aturan 80/20, Prinsip Prinsip ketidakseimbangan, dan lain-lain. Prinsip ini sering banget dipakai di buku-buku buat menjelaskan sebuah fenomena ketidakseimbangan yang ternyata kepake di berbagai bidang kehidupan. Para ahli dan praktisi di bidang bisnis, kemasyarakatan, teknolodi dan komputer, engineer, politik merasakan fenomena 80/20 ini begitu jelas tampak kehadirannya. Maka jangan heran prinsip Pareto sering disinggung pada buku-buku sebagai sebuah pendekatan teori atau formula keberhasilan. Tapi buku yang membahas secara fokus tentang 80/20 adalah buku berjudul 80/20 besutan ....
Awalnya Vilvredo Pareto meneliti pola kekayaan dan pendapatan di Inggris pada abad ke-19. Dia menemukan bahwa sebagian besar kekayaan dan pendapatan besar mengalir ke sejumlah minoritas orang saja. Pareto menemukan fakta hubungan matematika antara prosentase populasi manusia dengan jumlah kekayaan yang dinikmati individu. Sederhananya, dia temukan ada 20% orang yang menikmati 80% kekayaan. Prosentase ini tentu tidak selalu perssis 80/20, tapi menunjukkan fakta distribusi kekayaan di sebuah rentang populasi benar-benar tidak seimbang.
Termuan lain dari Pareto yang menarik adalah pola ketidakseimbangan ini berulang secara konsisten kapanpun di melihat data-data pada sejumlah periode waktu yang berbeda di beberapa negara. Baik di dalam Inggris ataupun di negara lain. Polanya selalu sama dengan presisi matematis yang kuat. Apa ini sebuah kebetulan atau ada sesuatu yang besar di balik ekonomi dan kemasyarakatan? apakah data dan perbandingan serupa juga berlaku pada bidang lain selain kekayaan dan jumlah penghasilan?
Ilmuwan sebelum Pareto belum pernah menyandingkan 2 data (kekayaan dan penghasilan) dan membandingkan prosentase dari kedua set data tersebut (tapi sekarang ini cara itu sudah sangat populer/biasa). Prinsip Pareto bisa kita pakai buat menjelaskan banyak fenomena di kehidupan profesional ataupun kehidupan sehari-hari kita.
Prinsip 80/20 menggambarkan sebab dan akibat yang ganjil. Bahwa usaha sedikit bisa menghasilkan banyak, minoritas bisa mempengaruhi suasan mayoritas, input yang minim bisa memberikan ouput yang paling besar. Secara kongkritnya sebagai contoh: 80% penghasilan yang kita peroleh berasal dari 20% waktu yang kita gunakan, 80% produktivitas lembaga dihasilkan oleh 20% karyawan, 80% kebahagiaan diperoleh dari 20% aktivitas, 80% keuntungan toko diperoleh dari 20% jenis produk, 80% nilai kejahatan ditentukan oleh 20% penjahat, 80% kecelakaan di jalan disebabkan oleh 20% pengguna motor, dan seterusnya.
Prinsip 80/20 ini sangat berarti karena dia bertentangan dengan intuisi dasar kita yang mengira bahwa usaha sebesar 100 akan menghasilkan buah atau produk sebesar 100 juga. Kita menanggap usaha besar akan memproduksi hasil besar. kita menganggap bahwa 100 karyawan memiliki nilai dan kontribusi yang sama terhadap perusahaan/lemabaga. Kita menganggap semua kegiatan refreshing kita memiliki kontribusi sama terhadap kualitas keceriaan. Kita menanggap semua orang yang diberi honor yang sama akan memberikan kontribusi yang sama terhadap pekerjaan. Kita menganggap bahwa semua universitas memiliki kualitas yang sama.
Prinsip 80/20 ini membuka penjelasan bahwa jika dua set data disandingkan, dikaitkan terhadap sebab dan akibat, lalu dianialisa, dan dijelaskan, bisa dipastikan bahwa hasil akhirnya adalah pola ketidakseimbangan. ketidakseimbangan itu bisa jadi 65/35, 70/30, 75/25, 80/20, 95/5, 99,0/0,1 atau berapa saja.
Kenapa kita mesti peduli sama prinsip 80/20 ini? Seperti penjelasan John Koch dalam bukunya, sadar atau tidak, prinsip tersebut berlaku juga pada kehidupan kita. Di kehidupan pribadi, sosial, ekonomi, pekerjaan, dan sebagainya. Prinsip 80/20 ini memberikan kita sudut pandang yang sangat berarti untuk memahami apa-apa yang terjadi pada dunia di sekitar kita. Prinsip 80/20 ini kabar baiknya juga bisa dimanfaatkan sebagai rumus buat meningkatkan kualitas hidup kita.
To be continued...



0 komentar:
Posting Komentar