Ayo menjadi GURU!

Karena saya yakin bahwa setiap orang harus menjalankan peran sebagai guru, mentor, dan trainer

Dua Kecenderungan Abadi

Pendidik membantu menguatkan kecenderungan manusia pada pilihan-pilihan baik, sehingga tidak ada waktu untuk melirik pada pilihan-pilihan buruk

Mengajar Bukan Sekedar Bunyi

Memulai kebaikan dari diri sendiri ternyata merupakan unsur vital bagi keberhasilan pendidikan

Menembus Cakrawala

Belajar dan mengajarkan ilmu mengasyikan tak kepalang, sampai-sampai langit serasa di genggaman

Kunci Sukses Itu

Ia adalah kunci bagi pintu-pintu kebahagiaan yang selama ini tertutup dan terabaikan

Senin, 20 Januari 2020

Tahapan Pembentuk Kebiasaan

Salah satu sebab kenapa perubahan itu sulit dilakukan adalah karena setiap aspek perubahan itu ada ilmunya. Itulah sebabnya ilmu disebut juga sebagai 'pintu gerbang' (perubahan) karena dari ilmu manusia bisa masuk ke dunia lain yang diduganya selama ini tertutup rapat pintu-pintunya.

Ilmu tentang kebiasaan telah berhasil dikupas oleh para pakar psikologi perilaku dan pakar lain, lalu digunakan dalam berbagai area kehidupan oleh pakar di bidang yang berbeda untuk diambil manfaat yang seluas-luasnya dalam kehidupan.

Sayang sekali andai kita masih berputar-putar mencari jawaban atas beban psikologi yang ditanggung karena lama mengalami kesulitan mengubah kebiasaan.

Seperti pernah ditulis, kebiasaan (habit) dibangun melalui 4 tahapan. Cue, Craving, Response, dan Reward. Memahami setiap tahapan ini berarti memahami software diri kita sendiri, memahami rahasia dibalik kesulitan berubah, memahami bagaimana manusia bisa memanipulasi kebiasaan manusia lainnya, memahami sunnatullah dibalik perubahan yang selama ini kita anggap susah.
Kita bahas sekarang pengertian dari masing-masing tahap di atas.
Cue adalah penanda atau pemicu. Craving adalah kekuatan motivasi/hasrat/desire. Response adalah aktivitas/kebiasaan itu sendiri. Reward adalah tujuan akhir dari setiap kebiasaan.

Ringkasnya: Cue memicu munculnya Craving, Craving mendorong terjadinya response, dan akhirnya diperolehlah Reward.
Kita ambil contoh kebiasaan ‘membuka hp’
Cue: Ada notifikasi suara/lampu/getaran di hp
Craving: Penasaran ingin membuka hp untuk tahu isi notifikasi
Response: Ambil dan buka hp
Reward: rasa penasaran/ingin tahu terpuaskan setelah membaca isi notifikasi.

Jika kita merasa puas dengan reward, maka perilaku yang sama akan terjadi jika muncul notifikasi kembali. Perilaku ini terus berulang sehingga menjadi habit (kebiasaan). Ingat bahwa kebiasaan itu adalah perilaku yang diulang-ulang.
Kita ambil contoh kebiasaan lainnya yaitu 'menyalakan lampu'
Cue: Ruangan yang kita masuki gelap
Craving: Ingin bisa melihat isi ruangan
Response: Menyalakan saklar lampu
Reward: Rasa puas bisa melihat isi ruangan
Dengan pola tersebut yang dilakukan secara berulang, kebiasaan akan terbentuk sehingga kita tanpa disuruh (alam bawah sadar yang bekerja) selalu mencari dan menyalakan saklar jika ruangan gelap. Ingat salah satu ciri kebiasaan itu adalah dilakukan dengan ‘otomatis’.

Dari 2 contoh sederhana kebiasan di atas cobalah cari padanan Cue, Craving, Routine/Response, dan Reward untuk kebiasaan-kebiasaan anda. Pasti deh ketemu. Saya sengaja tidak menterjemahkan Cue, Craving, Routine/Response, dan Reward agar anda bisa mencari terjemahan dan meresapi pengertiannya dari pemaknaan anda sendiri.

Setelah kita bisa menemukan contoh-contoh untuk 4 tahap pembentuk kebiasaan, maka kita sudah masuk ke tahap yang lebih maju untuk bisa memodifikasi kebiasaan dengan cara mentarget Cue, Craving, Response, dan Reward. Dengan tahu arti dan contoh dari setiap tahap ini akan banyak sekali fenomena yang bisa yang bisa dijelaskan, andapun bisa mengidentifikasi kira2 pada tahap mana saja, dengan cara apa kebiasaaan anda bisa mulai diubah.

Senin, 13 Januari 2020

Kebiasaan Kita Ternyata Ada Polanya

Seperti yang pernah ditulis di artikel sebelumnya, manusia adalah kumpulan dari kebiasaan-kebiasaannya. Kebiasaan adalah perilaku kita yang sebagian besar tidak disadari tapi sebenarnya amat berperan dalam menentukan jalan hidup kita. Bahkan menurut sementara penelitian, proporsi kebiasaan yang bersifat otomatis itu sekitar 40%.

Syukurlah kebiasaan manusia bisa dipelajari dan diketahui polanya. Meskipun awalnya yang dipelajari adalah perilaku hewan. Skinner dan peneliti lain punya peran penting dalam membuat dasar buat memahami perilaku manusia.

Sudah pernah membuat daftar kebiasaan-kebiasaan anda sejak bangun tidur sampe tidur lagi?

Kalo saya sesaat setelah bangun tidur berdoa, keluar kamar, dan minum air putih segelas. Membuka satu jendela dan menyalakan exhaust. Melangkahkan kaki kiri ke WC sambil baca doa masuk WC. Pertama kali yg dilakukan adalah mencuci tangan dan membilasnya pakai sabun, dan seterusnya dan seterusnya. Ada beberapa kebiasaan otomatis yang kalo saya ingat, ia saya lakukan dengan perintah bawah sadar.

Di antara anda mungkin ada yg langsung menyeduh kopi sesaat mata terbuka. Ada yg langsung nyamber pintu toilet dan duduk di sana (tentu setelah membuka celana kan :) ). Ada yg punya kebiasaan setelah shalat lalu berdzikir dan berdoa. Sesudah mengucapkan 'amiin' lalu melipat sejadah, duduk dan membaca al qur'an. Sebagian ada yang menyalakan televisi atau menuju dapur untuk siap-siap masak.

Ada juga orang yang salah satu rutinitas paginya adalah menulis dan berolah raga ringan. Dia lakukan hal tersebut sehingga menjadi kebiasaan yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Membentuk identitasnya sebagai penulis. Membentuk identitasnya sebagai orang sehat.

Dari sekian banyak kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat dikategorikan ke dalam 3 kelompok. Kebiasaan bagus, kebiasaan buruk, dan kebiasaan yang bersifat netral.

Kebiasaan baik perlu dijaga, kalo bisa ditingkatkan. Kebiasaan buruk perlu diganti kebiasaan baik. Kebiasaan netral perlu dimaknai agar bisa menjadi kebiasaan baik.

Sekarang kita fokus pada kebiasaan buruk yang ingin kita ubah, ingin kita ganti. Tapi perlu diidentifikasi dulu apa saja kebiasaan buruk kita. Jangan-jangan ada kebiasaan yang sebenarnya buruk tapi kita menganggapnya sebagai kebiasaan baik atau kebiasaan netral!

Jika anda pulang ke rumah, sendal/sepatu anda apakah disimpan dengan posisi rapi atau anda biarkan dia bengkok, terbalik atau bahkan tercecer?

Apakah anda terbiasa mengucapkan salam ketika membuka pintu atau anda masuk sambil mengunci mulut rapat?

Jika anak anda mengajak bicara, apakah anda terbiasa menatap matanya atau anda terbiasa menanggapinya sambil melakukan aktivitas lain?

Jika anda mau memacu kendaraan, apakah anda mengecek dulu spion kiri-kanan, menyalakan lampu sign atau anda langsung tancap gas?

Apapun yang anda lakukan adalah kebiasaan anda.

Nah ada pola dalam kebiasaan/habit. Yaitu Cue, Craving, Routine, dan Reward.

Cue = isyarat, petunjuk. Setiap kebiasaan diawali oleh 'cue'. Kebiasaan membaca 'bismillah' diawali oleh 'cue' berupa tersedianya makanan di hadapan. Kebiasaan menghidupkan saklar lampu adalah adanya 'cue' yaitu ruangan yg gelap. Kebiasan ucapkan hamdalah adalah 'cue' berupa bersin. Kebiasaan membuka hp karena adanya 'cue' berupa notifikasi suara, getaran, atau lampu led.

Craving = Keinginan, hasrat; desire
keberadaan kue di meja merupakan 'cue' yang memicu craving kita untuk mencicipi rasanya. Kebiasaan membuka hp disebabkan karena adanya craving berupa keinginan untuk menuntaskan rasa ingin tahu.



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More