Senin, 13 Januari 2020

Kebiasaan Kita Ternyata Ada Polanya

Seperti yang pernah ditulis di artikel sebelumnya, manusia adalah kumpulan dari kebiasaan-kebiasaannya. Kebiasaan adalah perilaku kita yang sebagian besar tidak disadari tapi sebenarnya amat berperan dalam menentukan jalan hidup kita. Bahkan menurut sementara penelitian, proporsi kebiasaan yang bersifat otomatis itu sekitar 40%.

Syukurlah kebiasaan manusia bisa dipelajari dan diketahui polanya. Meskipun awalnya yang dipelajari adalah perilaku hewan. Skinner dan peneliti lain punya peran penting dalam membuat dasar buat memahami perilaku manusia.

Sudah pernah membuat daftar kebiasaan-kebiasaan anda sejak bangun tidur sampe tidur lagi?

Kalo saya sesaat setelah bangun tidur berdoa, keluar kamar, dan minum air putih segelas. Membuka satu jendela dan menyalakan exhaust. Melangkahkan kaki kiri ke WC sambil baca doa masuk WC. Pertama kali yg dilakukan adalah mencuci tangan dan membilasnya pakai sabun, dan seterusnya dan seterusnya. Ada beberapa kebiasaan otomatis yang kalo saya ingat, ia saya lakukan dengan perintah bawah sadar.

Di antara anda mungkin ada yg langsung menyeduh kopi sesaat mata terbuka. Ada yg langsung nyamber pintu toilet dan duduk di sana (tentu setelah membuka celana kan :) ). Ada yg punya kebiasaan setelah shalat lalu berdzikir dan berdoa. Sesudah mengucapkan 'amiin' lalu melipat sejadah, duduk dan membaca al qur'an. Sebagian ada yang menyalakan televisi atau menuju dapur untuk siap-siap masak.

Ada juga orang yang salah satu rutinitas paginya adalah menulis dan berolah raga ringan. Dia lakukan hal tersebut sehingga menjadi kebiasaan yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Membentuk identitasnya sebagai penulis. Membentuk identitasnya sebagai orang sehat.

Dari sekian banyak kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat dikategorikan ke dalam 3 kelompok. Kebiasaan bagus, kebiasaan buruk, dan kebiasaan yang bersifat netral.

Kebiasaan baik perlu dijaga, kalo bisa ditingkatkan. Kebiasaan buruk perlu diganti kebiasaan baik. Kebiasaan netral perlu dimaknai agar bisa menjadi kebiasaan baik.

Sekarang kita fokus pada kebiasaan buruk yang ingin kita ubah, ingin kita ganti. Tapi perlu diidentifikasi dulu apa saja kebiasaan buruk kita. Jangan-jangan ada kebiasaan yang sebenarnya buruk tapi kita menganggapnya sebagai kebiasaan baik atau kebiasaan netral!

Jika anda pulang ke rumah, sendal/sepatu anda apakah disimpan dengan posisi rapi atau anda biarkan dia bengkok, terbalik atau bahkan tercecer?

Apakah anda terbiasa mengucapkan salam ketika membuka pintu atau anda masuk sambil mengunci mulut rapat?

Jika anak anda mengajak bicara, apakah anda terbiasa menatap matanya atau anda terbiasa menanggapinya sambil melakukan aktivitas lain?

Jika anda mau memacu kendaraan, apakah anda mengecek dulu spion kiri-kanan, menyalakan lampu sign atau anda langsung tancap gas?

Apapun yang anda lakukan adalah kebiasaan anda.

Nah ada pola dalam kebiasaan/habit. Yaitu Cue, Craving, Routine, dan Reward.

Cue = isyarat, petunjuk. Setiap kebiasaan diawali oleh 'cue'. Kebiasaan membaca 'bismillah' diawali oleh 'cue' berupa tersedianya makanan di hadapan. Kebiasaan menghidupkan saklar lampu adalah adanya 'cue' yaitu ruangan yg gelap. Kebiasan ucapkan hamdalah adalah 'cue' berupa bersin. Kebiasaan membuka hp karena adanya 'cue' berupa notifikasi suara, getaran, atau lampu led.

Craving = Keinginan, hasrat; desire
keberadaan kue di meja merupakan 'cue' yang memicu craving kita untuk mencicipi rasanya. Kebiasaan membuka hp disebabkan karena adanya craving berupa keinginan untuk menuntaskan rasa ingin tahu.



0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More