Salah satu sebab kenapa perubahan itu sulit dilakukan adalah karena setiap aspek perubahan itu ada ilmunya. Itulah sebabnya ilmu disebut juga sebagai 'pintu gerbang' (perubahan) karena dari ilmu manusia bisa masuk ke dunia lain yang diduganya selama ini tertutup rapat pintu-pintunya.
Ilmu tentang kebiasaan telah berhasil dikupas oleh para pakar psikologi perilaku dan pakar lain, lalu digunakan dalam berbagai area kehidupan oleh pakar di bidang yang berbeda untuk diambil manfaat yang seluas-luasnya dalam kehidupan.
Sayang sekali andai kita masih berputar-putar mencari jawaban atas beban psikologi yang ditanggung karena lama mengalami kesulitan mengubah kebiasaan.
Seperti pernah ditulis, kebiasaan (habit) dibangun melalui 4 tahapan. Cue, Craving, Response, dan Reward. Memahami setiap tahapan ini berarti memahami software diri kita sendiri, memahami rahasia dibalik kesulitan berubah, memahami bagaimana manusia bisa memanipulasi kebiasaan manusia lainnya, memahami sunnatullah dibalik perubahan yang selama ini kita anggap susah.
Kita bahas sekarang pengertian dari masing-masing tahap di atas.
Cue adalah penanda atau pemicu. Craving adalah kekuatan motivasi/hasrat/desire. Response adalah aktivitas/kebiasaan itu sendiri. Reward adalah tujuan akhir dari setiap kebiasaan.
Cue adalah penanda atau pemicu. Craving adalah kekuatan motivasi/hasrat/desire. Response adalah aktivitas/kebiasaan itu sendiri. Reward adalah tujuan akhir dari setiap kebiasaan.
Ringkasnya: Cue memicu munculnya Craving, Craving mendorong terjadinya response, dan akhirnya diperolehlah Reward.
Kita ambil contoh kebiasaan ‘membuka hp’
Cue: Ada notifikasi suara/lampu/getaran di hp
Craving: Penasaran ingin membuka hp untuk tahu isi notifikasi
Response: Ambil dan buka hp
Reward: rasa penasaran/ingin tahu terpuaskan setelah membaca isi notifikasi.
Cue: Ada notifikasi suara/lampu/getaran di hp
Craving: Penasaran ingin membuka hp untuk tahu isi notifikasi
Response: Ambil dan buka hp
Reward: rasa penasaran/ingin tahu terpuaskan setelah membaca isi notifikasi.
Jika kita merasa puas dengan reward, maka perilaku yang sama akan terjadi jika muncul notifikasi kembali. Perilaku ini terus berulang sehingga menjadi habit (kebiasaan). Ingat bahwa kebiasaan itu adalah perilaku yang diulang-ulang.
Kita ambil contoh kebiasaan lainnya yaitu 'menyalakan lampu'
Cue: Ruangan yang kita masuki gelap
Craving: Ingin bisa melihat isi ruangan
Response: Menyalakan saklar lampu
Reward: Rasa puas bisa melihat isi ruangan
Dengan pola tersebut yang dilakukan secara berulang, kebiasaan akan terbentuk sehingga kita tanpa disuruh (alam bawah sadar yang bekerja) selalu mencari dan menyalakan saklar jika ruangan gelap. Ingat salah satu ciri kebiasaan itu adalah dilakukan dengan ‘otomatis’.
Cue: Ruangan yang kita masuki gelap
Craving: Ingin bisa melihat isi ruangan
Response: Menyalakan saklar lampu
Reward: Rasa puas bisa melihat isi ruangan
Dengan pola tersebut yang dilakukan secara berulang, kebiasaan akan terbentuk sehingga kita tanpa disuruh (alam bawah sadar yang bekerja) selalu mencari dan menyalakan saklar jika ruangan gelap. Ingat salah satu ciri kebiasaan itu adalah dilakukan dengan ‘otomatis’.
Dari 2 contoh sederhana kebiasan di atas cobalah cari padanan Cue, Craving, Routine/Response, dan Reward untuk kebiasaan-kebiasaan anda. Pasti deh ketemu. Saya sengaja tidak menterjemahkan Cue, Craving, Routine/Response, dan Reward agar anda bisa mencari terjemahan dan meresapi pengertiannya dari pemaknaan anda sendiri.
Setelah kita bisa menemukan contoh-contoh untuk 4 tahap pembentuk kebiasaan, maka kita sudah masuk ke tahap yang lebih maju untuk bisa memodifikasi kebiasaan dengan cara mentarget Cue, Craving, Response, dan Reward. Dengan tahu arti dan contoh dari setiap tahap ini akan banyak sekali fenomena yang bisa yang bisa dijelaskan, andapun bisa mengidentifikasi kira2 pada tahap mana saja, dengan cara apa kebiasaaan anda bisa mulai diubah.



0 komentar:
Posting Komentar