Kalo ditanya siapa di antara kita yang ingin hidup bahagia, rukun dengan orang-orang maka jawabannya pasti "saya!". Tiap orang ingin bahagia sekaligus menjalani kebahagiaan tersebut sambil dibarengi hidup yang akur serta guyub. Manusia bisa sebenarnya bahagia sambil menyendiri. Apalagi di zaman sekarang ini. Tinggal di rumah sempitpun asalkan ada wifi dan gadget orang bisa seharian baringan sambil berselancar di dunia maya. Ada berita-berita terkini, ada diskusi tentang topik-topik yang selaras sama minat, ada forum hobi, video-video lucu atau hiburan lainnya ga kenal henti, bahkan bisa kenalan sama orang asing sambil berpura-pura berperan jadi sosok lain.
Emosi yang dikandung dalam kata bahagia tak lebih dari kemunculan dan 'permainan' hormon-hormon di dalam tubuh. Sangat saintifik, bisa dipelajari dan bisa dimanipulasi. Orang sibuk era sekarang banyak membuat orang mencari cara singkat buat bahagia, salah satunya dengan aktif mengkonsusi narkoba. Di negara-negara maju, narkoba menjadi seperti kebutuhan primer. Mereka tidak membuatnya legal, tapi sebagian besar masyarakat mengkonsumsinya secara rutin, termasuk 'orang-orang baik'-nya.
Cara kita sebagai seorang muslim tentu saja berbeda. Kita tidak menghalalkan segala cara untuk mencari bahagia. Bahagia adalah hak setiap orang, ia adalah zona nyaman yang pasti dikejar manusia tanpa harus ada arahan sebelumnya. Setiap kita pasti punya mode auto pilot untuk mencari dan berdiam diri di posisi bahagia. Bahagia inilah zalah satu komponen dari well being yang pernah kita bahas sebelumnya. Ingat, salah satunya saja lo...ada elemen lain dari well being selain bahagia yang perlu kita bahas. Salah satunya adala achievements.
Keberadaan achievement memang penting sebagai elemen krusial dalam hidup manusia. Sebutlah anda hidup bahagia, setiap hari ketawa, makanan enak selalu tersedia, rumah berhalaman luas, kendaraan bagus nan nyaman, passive income berdatangan meskipun kaki ongkang-ongkang. Tapi pasti akan kerasa ada yang kurang. Akan ada masanya orang bosan ketika semua tercukupi sehingga tidak ada lagi tantangan buat ditaklukkan. Meski bahagia dan bisa tinggal di rumah seharian, tetap saja orang yg serba berkecukupan akan merasa perlu keluar dari rumah untuk mencari tantangan lain buat dikalahkan.
Saat itulah dia mencari achievements. Saat dia bisa puas telah mencapai sebuah tujuan dengan mengerahkan segala daya yang ia punya. Bisa jadi achievement tersebut didapat setelah berhasil menaiki puncak gunung, menyelesaika proyek besar, mengalahkan orang lain dalam pertandingan, atau menyelesaikan konflik dengan seseorang. Could be anything. Bisa terkait urusan besar bisa juga cuma seputar hal-hal yang terlihat receh.
Oleh sebab itu dalam merancang hidup, tidak cukup kita berorientasi pada bahagia saja. Tapi kita juga perlu merancang cita-cita. Ada yang kecil ada yang besar. Tujuannya apa? Agar ada achievement2, perolehan2, prestasi2 yang membuat kita merasa terhibur di sepanjang jalan kehidupan kita.
Caranya bisa jadi dengan membuat target-target terkait hobi. Seperti yang hobi bersepeda, maka targetkanlah untuk mencapai jarak tertentu atau menaklukan tanjakan tercuram yang menjadi tantangan buat para goweser. Buat yang hobi menulis, buatlah target untuk menulis buku yang bisa jadi best seller atau buat target untuk menulis artikel sebanyak 100 buah dalam sebulan. Ini semua bisa berangkat dari hobi yang kita miliki. Anda pasti punya hobi...nah kembangkan tantangan dari hobi tersebut.
Selain dari hobi, bisa juga dari karier. Buatlah target tertentu pada karier anda. Misalkan jika sekarang di karier anda hanya berfokus pada pelayanan pribadi (berapa duit yang bisa saya dapat dari kerjaan ini?), mulai sekarang buatlah target 'pelayanan'. Seperti 'berapa banyak orang yang bisa saya layani di bulan ini?' Seberapa luas jangkauan kerjaan saya bisa memberi manfaat?', dan banyak lagi.



0 komentar:
Posting Komentar