Saya ingin menulis tentang Helen Keller.
Tapi ko saya merasa engga percaya diri.
Bukan apa-apa...saya merasa ga percaya diri karena khawatirnya ga bisa menuliskan dengan tepat muatan kesedihan dan keluhuran cerita dalam perjalanan hidup Hellen Keller.
Tapi walaupun demikian, saya akan memaksakan diri untuk menuliskannya sebatas yang saya mampu untuk mengambil beberapa pesan pelajaran yang bisa kita ambil.
Helen adalah seorang anak yang lahir 27 Juni 1880 di Alabama, Amerika Serikat. Dia terlahir sempurna dan lucu, karunia terindah buat orang tuanya. Hanya saja di usia 19 bulan penyakit panas hebat menyerangnya, panas yang membuatnya menderita. Tapi Hellen terus berjuang dan akhirnya bisa selamat dari kematian. Namun sayang, penyakit panas tersebut mengambil pendengaran dan pengelihatannya.
Saya selalu sedih di bagian ini, teringat andaikata kejadian serupa terjadi pada anak sendiri. Seorang anak harus merasakan kehidupan yang penuh kesulitan. Pernahkah Anda sendiri membayangkan hidup dalam suasana gelap terus menerus? Lalu pernahkah Anda membayangkan hidup dalam suasana hening, tanpa suara terus menerus? Konon menurut yang mengalami, suasana hening itu lebih membuat stress daripada tidak bisa melihat.
Helen Keller mesti menjalani suasana gelap sekaligus sunyi. Bayangkan stress yang dialami anak sekecil itu...Oleh sebab itu di awal-awal tahunnya Helen Keller hanya bisa menunjukkan sifat liar seperti binatang. Ia frustasi karena komunikasi hanya bisa searah.
Ia bisa merasakan sesuatu dari mencium atau memegangnnya. Jika ia mau roti, ia akan menangis karena tidak tahu bagaimana cara memintanya. Ia bisa tahu orang tuanya setelah meraba wajah dan pakaian, bisa tau berada di luar rumah saat merasakan hangat sinat matahari menerpa kulitnya. Tapi selain itu, hanya kegelapan dan kesunyian yang ia rasakan...
Di usia 7 tahun datanglah seorang guru yang mengerti kemarahannya, mau bersabar dan mengajarkan alfabet melalui telapak tangan. Hal pertama yang diajarkan sang guru adalah 'air'. Ya...Helen dibawa ke sumur tua dan merasakan aliran air yang segar dan diperkenalkan namanya melalui sentuhan tangan. Hellen mulai belajar bahwa setiap benda punya nama. Ia bahkan mulai sekolah, mengenal dan mulai membaca buku-buku dengan ditemani gurunya. Hellen berupaya keras agar bisa berbicara, Helen makin dikenal karena kegigihan dalam keterbatasannya.
Hasil belajarnya, Helen bisa membaca aplhabet, huruf Braille, membaca bibir, menulis dengan mesin tik. Ia juga mampu membaca buku dalam bahasa Jerman, Perancis, Yunani, dan Latin. Hellen kuliah di Raddcliffe College dan lulus dengan predikat memuaskan. Helen menulis banyak buku. Dia bahkan menjadi penulis, dosen, dan pembicara terkenal di masanya.
Helen Keller telah bertemu dengan beberapa presiden Amerika, mendapat berbagai gelar dari banyak universitas, memberi inspirasi bagi banyak orang.
Inilah sedikit kisah dari seorang anak yang bergelut melawan kekurangan dirinya sejak balita. Helen Keller wafat tanggal 1 juni 1968.
Quotes Helen Keller yang indah:
"Sesuatu yang terbaik dan terindah di dunia ini, Tidak dapat dilihat atau disentuh...Kau harus merasakannya dengan hatimu"
"Saya percaya, walaupun dalam tahun-tahun kesunyian dan kegelapan, Tuhan menggunakan hidup saya untuk suatu tujuan yang tidak saya ketahui. Tapi suatu hari nanti, saya akan mengerti maksud-Nya...dan saya bahagia"
Sedih dan menggunggah sekali kisahnya..Tapi satu hal yang tidak boleh dilewatkan adalah keberadaan satu sosok berarti dalam hidup Helen Keller. Siapa dia?
Ya...Gurunya! Kita tuliskan siapa sosok beliau itu nanti...insya Allah



0 komentar:
Posting Komentar