Selasa, 12 Maret 2019

Untuk Apa Menulis?

Menulis adalah kegiatan yang bermanfaat. Siapapun tahu akan hal itu. Tapi kenapa muncul pertanyaan "untuk apa menulis?"


Pertanyaan tersebut muncul karena diajukan oleh mereka yang penasaran apakah nulis itu layak dilakukan dengan mengorbankan waktu dan tenaganya :D Sebab selama ini orang kalo tidak menulis, ya mereka jadi pembaca, dan mereka menjadi pembaca hampir di sepanjang hidup mereka. Menulis dilakukan jika diminta oleh guru, jika ada tugas, atau kewajiban lain yang dirasa olehnya mendesak.

Kalolah orang-orang tahu manfaat menulis, niscaya mereka akan selalu meluangkan waktu untuk menulis secara serius. Lalu apakah manfaat menulis itu? Menulis mempunyai beberapa manfaat sebagai berikut:

1. Menulis dapat menyalurkan bakat terpendam. Penulis berbakat bisa jadi tidak akan menjadi terkenal jika tidak pernah memegang pena dan menulis, tidak pernah memegang keyboard dan mengetik tulisan. Seperti pendekar pedang berbakat, tidak akan pernah menjadi pendekar pedang sejati tanpa diawali oleh 'memegang pedang'.

2.Menulis dapat mengembangkan dan merangkai ide/gagasan. Dengan menulis, tangan seolah menjadi otak kedua yang membimbing tangan untuk terus mengembangkan ide-ide yang bermunculan di kepala kita. Sebuah keadaan yang tidak akan muncul andaikata kita berdiam diri. Melalui kegiatan menulis seseorang selain dapat mengembangkan ide juga dapat menyusun serangkaian ide-ide yang awalnya terpisah dan tidak berkaitan menjadi sebuah ide besar yang saling terpaut satu sama lain.

3. Menulis dapat menjadi sarana melepas stres, menyalurkan kegelisahan dan pikiran yang buntu saat tidak tahu harus mengadu secara bebas kepada siapa. Dalam beberapa artikel dituliskan manfaat menulis dalam mengurangi stres, meringankan beban psikologis, dan semacamnya.

4. Menulis membantu kita untuk berpikir dan fokus. Sebab itulah cara untuk menyelesaikan tulisan. Meskipun tulisan itu ringan, tapi perlu fokus dan berpikir yang baik untuk menyelesaikannya. Cobalah baca pengalaman-pengalaman para penulis besar. Mereka memerlukan waktu dan tempat khusus untuk menulis disebabkan alasan ini (fokus dan berpikir). Semakin lama menjadi penulis, semakin terlatih seseorang untuk berpikir kuat dan fokus dalam jangka waktu yang lama.

5. Menulis membantu rasa percaya diri dengan kepemilikan karya tulis. Karya tulisan yang dibuat dan disimpan dalam beragam format tersebut jadi portofolio kebanggaan meskipun isinya 'tak seberapa hebat'. Terlebih apabila tulisan-tulisan tersebut dikumpulkan lalu dibukukan. Dibuat novel dan buku. Selain kebanggaan juga menjadi sumber penghasilan.

6. Menulis membantu kita untuk merekam kenangan. Tulisan diary, fiksi, ilmiah, populer, atau ilmiah populer yang kita buat pasti punya latar belakang (baik peristiwa atau motivasi tertentu misalnya). Dengan membaca tulisan-tulisan lama, kita akan mengingat latar belakang atau konteks tulisan tersebut (bring back memories). Baik itu peristiwa lucu, sedih, gembira, dan berkesan lainnya yang mungkin sudah lama terlupakan. 'Reuni perasaan' ketika kita membaca tulisan lama hampir sama kesannya dengan melihat foto-foto lama. Apalagi jika di dalam tulisan tersebut mengandung foto-foto juga, maka semakin lengkaplah memori tersebut tersimpan.

Demikian beberapa manfaat menulis dari sudut pandang penulis pribadi. Ada beberapa manfaat lain yang sengaja tidak saya tulis. Barangkali bisa menjadi tambahan untuk pembaca dan bahan diskusi kita. 

Alhamdulillah
Semangat menulis dan berbagi!






0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More