Alhamdulillah, ini hari ketigaku di TOT PRIORITAS USAID. Seru, ga ada stress, sarat pengalaman baru. Bay de way (salah ya...biarin! blog blog uing [maaph]), apaan sih program PRIORITAS itu ?
PRIORITAS itu singkatan kang..teh..Singkatan dari Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunities for REaching Indonesia's Teacers, Administrators, and Students. Program ini atas bantuan pemerintah US buat bantu meningkatkan kualitas pendidikan dasar di negara kita. Tapi sumpah, selama di sini saya ga ketemu sama sekali orang bule. Konon biaya yang dikeluarkannya 84 juta dollar. Sudah berlangsung sejak 2005 , dulu namanya DBE katanye...nah, yang diundang di sini adalah para fasilitator yang sebenarnya sudah dilatih beberapa kali dan berpengalaman membimbing guru-guru di daerah binaan DBE. Yang diundang terdiri atas unsur pengawas, kepala sekolah, dan guru-guru dari 9 kab/kota. Juga dosen-dosen UPI, UIN, seorang WI LPMP, dan seorang WI P4TK IPA yang malang (karena sendirian dan paling muda usianya di sini).
Mundur sedikit...ini kegiatan pertama di hotel di tahun 2013. Terbersit rasa males sebenarnya setelah lama 'diam' ga keliling daerah. Teringat masa dulu waktu mau monev BERMUTU di Tasik. Pergi sendirian naik bus Budiman dari Cicaheum. Jadi kebayang setidaknya jalur yang harus ditempuh. Di luar dugaan, ketemu macet di beberapa titik. Jadinya total perjalanan makan waktu dari 13.30 - 19.00-an. Tapi untunglah di jalan berdampingan dengan seorang dosen Ekologi UGM, sudah senior, namanya Cut (lupa lagi). Seperti orang tua umumnya beliau yang lebih banyak cerita dan seperti orang muda umumnya akulah yang paling banyak ngantuk...lho. Alhamdulillah perjalanan tak terlalu terasa lama. Ditambah enaknya nih, bu Elin dan suaminya berkenan jemput di pool bus. Tapi kemudian aku di'culik' dan dibawa ke rumah makan Cibiuk. Tambah enak banget tauu iiih....
Nikmat Allah memang selalu datang tanpa henti. Meski kita jarang menghitungnya...Malam itu ga ada pembukaan, terus di sana aku sekamar dengan pa Dedi dan Pa Zukron yang ramah dan ga merokok. Jadi ta apalah sekamar bertiga. lumayan gede ko kamarnya. Hotel Santika ini bintang 4 dengan menu sarapan yang selalu bikin bingung. Kebanyakan menunya cuy... :D. Ditambah lagi aku bertemu para pengawas Ciamis dan Indramayu yang ditatar sewaktu diklat pengawas tahun lalu. Reuni lagi deh. Alhamdulillah
Kegiatan lumayan rame, meski polanya dari awal sampai akhir ga berubah.Tapi metoda diskusi yang digunakannya memberi kesempatan luas kepada seluruh peserta untuk saling berinteraksi. Ice breaker juga beberapa ada yang baru saya tahu. Fasilitator ramah-ramah dan begitu sabar melayani sikap peserta yang kerap bercanda. Yap...mereka sudah menunjukkan sikap seorang fasilitator yang memang harus punya segudang sabar dalam pembelajaran orang dewasa. Sayangnya, muatan materi terlalu sedikit. Tidak ada pengayaan yang berarti buat sebagian besar peserta yang rata-rata adalah fasilitator dan dosen-dosen.
Uniknya, di malam hari kita ga dikasih makan di hotel. Kita diberi kesempatan buat cari makan di luar. Alhamdulillah ada banyak pilihan makanan di sekitar hotel. Ada Ampera, PAdang Citra Bunda, nasigor, seafood, pecel lele, soto ayam, de el el pokoknya. Buat saya sih seneng aja dengan cara itu, toh uang makan malam akan dicairkan di akhir kegiatan. Tapi buat sebagian bapak-bapak yang senior yang 'pilihan' soal menu, juga ibu-ibu yang ga terbiasa keluar malam karena alasan keamanan dan kenyamanan, maka dihilangkannya sesi makan malam kurang mengenakkan buat mereka. 7 malam tanpa dinner ternyata setara dengan uang Rp. 250.000 :)
Di kesempatan TOT itu pilihan menjadi seorang pendengar yang baik adalah yang terbaik. Dengan harapan agar Allah membukakan pintu ilmu dari arah manapun yang tidak bisa saya duga. Ketika kita menemukan kekecewaan yang ga diharapkan, maka jangan marah dan menutup pintu-pintu kebaikan yang pasti masih terbuka di banyak sisi. Sekiranya kita ga mendapat ilmu dari seoarang pengajar, maka bisa jadi kita mendapat ilmu dari rekan peserta yang duduk di samping kita. Bila kita kecewa karena buah berasa asam di tangan kita maka alihkan saja perhatian kita. Barangkali kita sedang berteduh justru tepat di bawah pohon yang sedang berbuah ranum dan manis. Allah punya skenario atas diri kita, lalu ayo kita jalankan skenario itu dengan enjoy dan penuh baik sangka :)



0 komentar:
Posting Komentar